kisah

Restu Amerika buat Taliban

Kalau tentara pemerintah berperang karena tuntutan profesi dan gaji, motivasi pasukan Taliban adalah jihad ingin menegakkan Islam di Afghanistan.

11 Agustus 2021 20:49

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menegaskan dirinya tidak menyesal memutuskan untuk menarik semua tiga ribu tentaranya dari Afghanistan. Dia bilang para pemimpin dan rakyat Afghanistan harus bersatu untuk perdamaian dan kesejahteraan negaranya.

"Para pemimpin Afghanistan mesti bersatu," kata Biden dalam jumpa pers di Gedung Putih, Ibu Kota Washington DC, Amerika, kemarin waktu setempat (hari ini waktu Jakarta). "Mereka mesti berjuang untuk mereka sendiri, untuk bangsa mereka."

Pernyataan Biden ini seperti pesan Amerika tidak mau ikut campur lagi dalam perang saudara sedang terjadi antara Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan. Komentar pemimpin negara adikuasa itu seolah memberi lampu hijau bagi Taliban untuk terus berusaha kembali berkuasa, seperti pada 1996-2001 ketika Amerika mulai menginvasi Afghanistan atas nama perang global terhadap terorisme, untuk memburu jaringan Al-Qaidah dipimpin Usamah Bin Ladin - tewas di tempat persembunyiannya pada awal Mei 2011 di Kota Abbottabad, Pakistan - setelah serangan 11 September 2001 terjadi di New York dan Washington DC.

Restu Amerika buat Taliban itu tercapai pada Februari tahun lalu setelah serangkaian perundingan berlangsung di Ibu Kota Doha, Qatar. Amerika sepakat untuk mundur dari palagan terlamanya sepanjang sejarah.

Penarikan pasukan Amerika akan rampung akhir bulan ini setelah selama dua dasawarsa menghabiskan sekitar US$ 2 triliun dan mengorbankan ribuan serdadunya. Takluknya Amerika mengulangi kegagalan Uni Soviet saat membela rezim komunis di Afghanistan selama satu dekade sejak 1979.

Penjelasan Biden itu muncul saat Taliban hari ini telah merebut sembilan ibu kota provinsi. Semua keberhasilan ini dicapai hanya dalam enam hari sedari Jumat pekan lalu.

Bermula dari Zaranj (Provinsi Nimruz), kemudian berlanjut dengan Syabarghan (Provinsi Jauzan), Kunduz (Provinsi Kunduz), Saripul (Provinsi Saripul), Talaqan (Provinsi Takhar), Aibak (Provinsi Samangan), Farah (Provinsi Farah), Puli Khumri (Provinsi Baghlan), dan Faizabad (Provinsi Badakhsyan).

"Memang benar, kami sudah menguasai Puli Khumri dan Faizabad," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini.

Padahal Amerika telah melatih dan mempersenjatai sekitar 300 ribu tentara Afghanistan. Pemerintah Afghanistan juga memiliki angkatan udara. Sedangkan pasukan Taliban, menurut Zabihullah, berjumlah sekitar 120 ribu orang.

Motivasi kedua pihak memang sangat berlainan. Serdadu pemerintah berperang karena tuntutan profesi dan mendapat gaji. itu masih terjadi korupsi. Sebuah penyelidikan baru-baru ini dilakukan oleh Dewan Provinsi Helmand menemukan 40 persen dari tentara terdaftar mendapat upah bulanan ternyata palsu, seperti dilansir the Guardian.

Artinya, dari sekitar 25 ribu tentara resminya ditempatkan di Helmand buat menghadapi pasukan Taliban, aslinya cuma 15 ribu personel.

Menurut Taufan Waziri, pengamat politik menjadi bagian dari delegasi ditunjuk pemerintah telah melawat ke Helman baru-baru ini, mengungkapkan dirinya menemukan komandan di satu markas menyuruh setengah dari seratus anak buahnya untuk cuti agar bisa mengantongi gaji mereka.

Semangat juang pasukan pemerintah lemah. Mereka selama ini cuma mengandalkan dukungan pasukan NATO dipimpin Amerika buat melawan Taliban. Tapi ketika pasukan koalisi asing itu mulai mundur sejak 1 Mei lalu, Taliban sangat leluasa mencaplok distrik demi distrik di seantero Taliban. "Kami telah menguasai 85 persen wilayah Afghanistan," ujar Zabihullah kepada Albalad.co.

Terbukti, kata dia, ketika Taliban merebut Zaranj dan Puli Khumri tidak ada perlawanan. Tentara pemerintah lari saat mengetahui Taliban mulai memasuki kedua ibu kota provinsi itu. Hari ini, Zabihullah bilang, pasukan dan pejabat pemerintah di Kandahar kabur menuju bandar udara. "Di Bandar Udara Kunduz, ratusan serdadu pemerintah menyerah," tuturnya.

Presiden Afghanistan Muhammad Asyraf Ghani Ahmadzai menjadi gusar. Karena banyak tentara kabur ketakutan dan menyerahkan diri kepada wulayah telah dikuasai Taliban, menurut sejumlah sumber kepada Ariana News hari ini, dia mencopot Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Wali Muhammad Ahmadzai dan digantikan oleh Jenderal Haibatullah Alizai.

Tolo News kemarin melaporkan Menteri Keuangan Afghanistan Khalid Payinda sudah kabur meninggalkan negaranya dengan alasan kunjungan resmi. Sebuah surat dilihat oleh Tolo News menyebutkan Payinda sudah minta untuk pergi dari Afghanistan Ahad pekan lalu dan menyuruh wakilnya, Alam Syah Ibrahimi, untuk menggantikan posisinya.

Sedangkan Taliban (dalam bahasa Arab berarti santri) berperang menghadapi pasukan Amerika dan sekarang tentara pemerintah dengan motivasi jihad demi agama Islam. Karena itu, Zabihullah meyakini Taliban bakal bisa merebut pemerintahan di Ibu Kota Kabul paling lambat akhir tahun ini.

Dia membantah ada warga asing bergabung dalam Taliban. "Tidak ada satu pun orang asing bergabung ke kami," kata Zabihullah menjawab pertanyaan Albalad.co melalui pesan WhatsApp pekan lalu. "Tidak ada orang Indonesia atau dari negara-negara Arab."

Sila baca: We will take over Kabul by force if the negotiations fail

Menurut juru bicara Taliban di Doha, Suhail Syahin, Taliban ingin mendirikan negara Islam di Afghanistan. Dalam wawancara khusus dengan Albalad.co, dia menjelaskan negara Islam ingin dibentuk Taliban akan berpaham moderat. Dia mencontohkan Taliban akan menjamin hak-hak kaum minoritas, termasuk perempuan. Berbeda dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) menghalalkan darah orang-orang Syiah, Taliban menganggap penganut Syiah merupakan muslim.

Syahin mengatakan Taliban akan mengizinkan kaum hawa melakukan kegiatan mereka inginkan asal berjilbab. "Mereka (perempuan Afghanistan) bisa bersekolah, bekerja, menonton pertandingan olahraga di stadion, mengendarai sepeda motor, dan menyetir mobil asal memakai jilbab," kata Syahin kepada Albalad.co.

Sila baca: We will allow Afghan girls and women to do anything they want as long as they wear hijab

Zabihullah Mujahid menegaskan negara Islam Afghanistan ingin dibentuk Taliban tidak akan menakutkan. Taliban juga tidak bakal mengekspor ideologi Islam mereka ke negara muslim lainnya. Sebaliknya, Taliban ingin membina hubungan baik dengan negara-negara tetangga, terutama negara muslim seperti Indonesia, Turki, Arab Saudi, dan Iran.

Sejauh ini, diplomasi dilakukan oleh tim dipimpin Wakil Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar, berkantr di Doha, berhasil. Mereka sudah berkeliling ke sejumlah negara tetangga, termasuk Cina pada 28 Juli lalu.

Karena invasi Amerika 20 tahun lalu, rezim Taliban di Afghanistan tumbang. Tapi kali ini, atas restu Amerika, Taliban mungkin bisa kembali pegang kendali pemerintahan.

Pesawat kargo Iran mengangkut korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kota Kandahar pada 15 Oktober 2021 untuk dirawat di negara Mullah itu. (Albalad.co/Supplied)

Korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kandahar dirawat di Iran

Taliban mengumumkan Maulid Nabi Muhammad jatuh hari ini sebagai hari libur nasional. Sebuah keputusan pasti ditentang oleh ISKP.

Rula Ghani, istri dari mantan Presiden Asyraf Ghani, sedang berbelanja di sebuah toko di Bandar Udara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, sebelum terbang ke Amerika Serikat pada 29 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Istri eks Presiden Afghanistan Asyraf Ghani tinggalkan Abu Dhabi menuju Amerika

Asyraf Ghani lari bareng istri dan 50 kerabatnya ke UEA setelah Taliban merebut Kabul.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Diplomasi Bintang Daud di negara Kabah

Rabbi Yaakov dari Israel pelesiran di Riyadh tanpa rasa cemas.

22 Oktober 2021
Korupnya rezim Abbas
22 September 2021

TERSOHOR