kisah

Korupnya rezim Abbas

Pada 1996, terbit riset pertama dan satu-satunya mengenai korupsi dalam kepemimpinan Palestina. Penelitian ini membikin marah Arafat dan wartawan memberitakan studi itu ditangkap. 

22 September 2021 21:33

Kemarahan rakyat Palestina terhadap Presiden Mahmud Abbas memuncak musim panas tahun ini setelah aktivis getol mengkritik budaya korup rezim Abu Mazin (sapaan Abbas), Nizar Banat, tewas dibunuh pasukan intelijen Palestina. 

Banat dihabisi pada 24 Juni pagi, tidak sampai dua jam setelah diculik dari rumahnya di Hebron, Tepi Barat, Palestina. Kepala badan intelijen Palestina Majid Faraj diyakini terlibat dalam kejahatan ini. 

Sila baca:

Aktivis Palestina dibunuh karena sering kritik Presiden Abbas

Kepala badan intelijen Palestina diduga terlibat dalam pembunuhan aktivis anti-Abbas

Setelah Banat dikuburkan, demonstrasi massal meletup di Hebron dan Ramallah, pusat pemerintahan Abbas. Mereka mengecam pembunuhan Banat dan menuntut Abbas mundur. Hamas, faksi pesaing Fatah dipimpin Abbas, juga mengutuk kejadian tragis itu. 

Abbas menolak tuntutan itu. Padahal dia pernah berjanji: bila ada empat demonstran saja mendesak dia lengser, maka permintaan ini akan dipenuhi. 

Sebagian besar rakyat Palestina memang sudah muak dengan Abbas, telah menjelma menjadi diktator. Siapa saja melawan, disingkirkan secara brutal. Bahkan kalau perlu dibunuh seperti Banat.

Berdasarkan hasil survei dilakoni oleh the Palestinian Center for Policy and Survey Research (PCSR) di Tepi Barat dan Jalur Gaza selama 15-18 September 2021, sekitar 73 persen masyarakat Palestina tidak puas dengan kepemimpinan Abbas, naik ketimbang survei enam bulan lalu sebesar 65 persen. 

Sebanyak 78 persen warga Palestina menuntut Abbas berhenti dan hanya 19 persen ingin dia tetap bertahan. Sedangkan jajak pendapat tiga bulan lalu, 68 persen rakyat mendesak Abbas mundur. 

Jika pemilihan presiden digelar sekarang dengan dua calon: Abbas dan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah, maka Haniyah bakal menang dengan 56 persen suara. Sedangkan Abbas diprediksi meraup 34 persen.

Abbas memang sudah kelamaan menjabat. Dia terpilih pada Januari 2005 menggantikan mendiang Yasir Arafat, wafat pada November 2004, mestinya habis masa jabatannya pada 2009. 

Namun Abbas tidak mau menggelar pemilihan umum. Dia sadar pada Januari 2009, popularitas Hamas sedang naik setelah berperang dengan Israel. Apalagi tiga tahun sebelumnya, Hamas berjaya pada pemilihan parlemen. 

Di tengah kesohorannya terus anjlok akibat kemenangan diplomasi Israel dengan menggaet empat negara buat membina hubungan diplomatik, Abbas Januari lalu bermanuver dengan mengumumkan rencana tiga pesta demokrasi: pemilihan legislatif pada 22 Mei, pemilihan presiden di 31 Juli, dan pemilihan Dewan Nasional Palestina pada 31 Agustus. 

Seperti sudah diperkirakan sebagian pihak, Abbas membatalkan ketiga rencana pemilihan umum itu. 

Rezim Abbas bertangan besi dan korup membuat AMAN, koalisi organisasi non-pemerintah, bulan ini menyerukan kampanye untuk memerangi korupsi politik dalam kepemimpinan Palestina.

Azmi Syuaibi, penasihat AMAN soal isu korupsi, bilang wabah korupsi dalam rezim Abbas sudah sangat parah dan membutuhkan keterlibatan semua kalangan untuk memperbaiki keadaan. "Kita perlu mengibarkan bendera merah dan peringatan keras kalau korupsi politik tidak segera dihentikan, Palestina akan menuju ke zona bahaya," katanya kepada Al-Monitor

Syuaibi adalah mantan anggota parlemen Palestina. Pada 1996, dia menerbitkan riset pertama dan satu-satunya mengenai korupsi dalam kepemimpinan Palestina. Penelitian ini membikin marah Yasir Arafat dan wartawan menerbitkan studi itu ditangkap. 

Dia menjelaskan rezim Abbas telah menguasai semua sektor kehidupan rakyat Palestina, termasuk media. Sehingga kampanye antikorupsi dilancarkan para aktivis seperti menabrak tembok. 

Situasinya kian buruk lantaran Abbas menggunakan dekrit tanpa pembahasan atau perdebatan untuk menjaga kepentingannya dan mempertahankan orang-orang tertentu di posisinya untuk waktu lama. 

AMAN mencontohkan 50 duta besar Palestina sudah bertugas di negara penempatan lebih dari lima tahun dan 14 duta besar telah bertugas di negara sama sepuluh tahun lebih. 

Selain itu, enam gubernur sudah menjabat selama tujuh tahun dan empat kepala badan keamanan tidak diganti lebih dari sepuluh tahun. 

Duta Besar Palestina legendaris, Ribhi Awad, meninggalkan Jakarta pada 2006 setelah bertugas selama 15 tahun di Indonesia.

Profesor Hubungan Internasional di Universitas Al-Quds Syihab Amjad mengatakan korupsi sudah terjadi sejak Otoritas Palestina dibentuk 28 tahun lalu. Sebab tidak ada mekanisme tentang akuntabilitas dan tidak berfungsinya parlemen. 

Fadi as-Salamin, aktivis antikorupsi Palestina tinggal di Amerika Serikat, menegaskan Abbas adalah pemimpin Palestina terkorup sepanjang sejarah. 

Sila baca: 

Abbas disebut sebagai pemimpin Palestina paling korup sepanjang sejarah

Abbas is the most corrupt leader in the history of Palestine

Namun sebelum ada pengganti, Amerika dan Israel akan mempertahankan Abbas demi mencegah Hamas anti-Israel berkuasa. 

 

 

 

 

 

Rabbi Yaakov Yisrael Herzog dari Israel berpose di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Dia sedang berkunjung ke negara Kabah itu. (Abu Ali Express)

Diplomasi Bintang Daud di negara Kabah

Rabbi Yaakov dari Israel pelesiran di Riyadh tanpa rasa cemas.

Peziarah Yahudi sedang berdoa dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Albalad.co/Supplied)

Provokasi Yahudi di Masjid Al-Aqsa

Bukan sekadar berdoa, pengajian soal Torah juga sering digelar kaum Yahudi di areal Al-Aqsa.

Kepala Perpustakaan Nasional Palestina Ihab Basaisu dipecat oleh Presiden Mahmud Abbas karena mengecam pembunuhan aktivis Nizar Banat. (Screencapture/Twitter)

Abbas pecat kepala perpustakaan nasional karena kecam pembunuhan aktivis Nizar Banat

Abbas sudah memperingatkan semua pejabat Palestina untuk tidak membahas kematian Banat.

Ratusan warga Palestina pada 3 Juli 2021 berdemonstrasi di Kota Ramallah, Tepi Barat. Mereka menuntut Presiden Mahmud Abbas segera mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas pembunuhan aktivis Nizar Banat. (Twitter)

Ratusan demonstran di Ramallah tuntut Abbas segera mundur

Perwakilan dari Uni Eropa sudah bertemu kepala intelijen Palestina Muhammad. Mereka meminta keterangan mengenai pembunuhan Banat.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Diplomasi Bintang Daud di negara Kabah

Rabbi Yaakov dari Israel pelesiran di Riyadh tanpa rasa cemas.

22 Oktober 2021

TERSOHOR