kisah

Menculik jenderal Iran mencari tahu jenazah pilot Israel

Mossad mengirim dua tim: mengambil sampel DNA satu mayat di Libanon dan menculik seorang jenderal Iran di Suriah.

11 Oktober 2021 21:05

Inilah salah satu ambisi atau prestasi ingin dikejar oleh Perdana Menteri Israel Naftali Bennett: mengembalikan warga Israel ditawan milisi baik dalam keadaan hidup atau sudah meninggal.

Negara Zionis ini secara simultan sedang mengupayakan membebaskan empat warga Israel dalam sekapan Hamas.Dengan bantuan Mesir sebagai mediator, Israel sedang berunding untuk melepaskan Avera Mengitsu dan Hisyam as-Sayyid serta dua serdadu tewas dalam perang Gaza pada 2014, Hadar Goldin dan Shaul Oron.

Hamas sudah mengisyaratkan akan meminta pembebasan 1.111 tahanan Palestina. Kedua pihak satu dasawarsa lalu menukar tahanan: satu serdadu Israel bernama Gilad Shalit diganti 1.027 warga Palestina dalam penjara Israel, termasuk Yahya Sinwar, kini menjadi pemimpin Hamas di Jalur Gaza.

Israel juga tengah mencari tahu keberadaan jenazah Ron Arad, pilot navigator ditangkap leh gerakan Syiah Amal di selatan Libanon pada 1986. Kabar terakhir mengenai dirinya adalah pada 1988 lewat surat dan sejumlah foto diterima pihak keluarga.

Karena itulah, Bennett bulan lalu mengirim tim Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) dalam sebuah misi sangat rumit dan berisiko tinggi. Tim ini dibagi dua: satu grup ke Libanon dan kelompok lainnya ke Suriah. Dia mengungkapkan operasi rahasia itu dalam pertemuan dengan Knesset (parlemen Israel) Senin pekan lalu.

Tim Mossad dikirim ke Libanon untuk mengambil contoh DNA dari satu mayat di Desa Nabi Syith di utara Libanon, kemudian dibawa ke Israel untuk diteliti apakah DNA itu cocok dengan DNA dari Ron Arad, seperti dilansir Al-Arabiya. Desa Nabi Syith pada 1980-an menjadi basis pasukan garda revolusi Iran.

Sedangkan tim diterjunkan ke Suriah bertugas menculik seorang jenderal Iran diyakini mengetahui di mana lokasi kuburan Arad, seperti ditulis surat kabar berbahasa Arab Rai al-Yaum terbitan London.

Sejumlah sumber di Iran mengungkapkan jenderal Iran diculik oleh Mossad itu bernama Sabri, perwira tinggi di IRGC (Korps Garda Revolusi Islam). Sabri ditugaskan ke Libanon setelah invasi Israel pada 1982 dan melatih para anggota Hizbullah, seperti dilaporkan Intellinews.

Setelah merampungkan misinya, Sabri kembali ke Iran dan ditempatkan di pasukan elite Brigade Quds, dan bekerja bareng komandan Qasim Sulaimani untuk menyelundupkan senjata ke Libanon. Sulaimani dibunuh oleh pengebom nirawak Amerika Serikat di luar Bandar Udara Baghdad, Irak, awal Januari tahun lalu.

Sejak pemberontakan meletup di Suriah pada 2011, Sabri dikirim bareng sejumlah penasihat militer Iran untuk membantu rezim Presiden Basyar al-Assad. Dia memilih tinggal di kawasan Al-Maza, Ibu Kota Damaskus, dekat dengan sebuah kedutaan besar negara Eropa agar merasa terlindungi karena kehadiran banyak kamera keamanan.

Sabri saban hari lari pagi dengan rute dari kedutaan ke rumahnya. Dua bulan lalu kegiatan rutinnya ini berhenti. "Tim Mossad keluar dari minibus sudah mengintainya. Dia diculik dan diterbangkan ke Israel," kata beberapa sumber Iran itu.

Dia diculik karena selama enam tahun bertugas di Libanon dipercaya mengetahui informasi soal keberadaan Arad.

Sabri diinterogasi selama beberapa pekan di Israel. Negara Zionis ini khawatir Iran akan mengetahui Sabri hilang. Sayang, informasi diperoleh dari Sabri tidak akurat.

Dalam sebuah pertemuan tertutup, Direktur Mossad David Barnea pun mengakui anak buahnya sedang menjalankan misi sangat berisiko dan rumit, tapi gagal membuahkan hasil, seperti dilaporkan oleh stasiun televisi Channel 12.

Tim Mossad kemudian menerbangkan Sabri ke Ibu Kota Johannesburg, Afrika Selatan. Dia dibebaskan di sebuah telepon umum setelah diberikan nomor Kedutaan besar Iran di kota itu.

Rabbi Yaakov Yisrael Herzog dari Israel berpose di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Dia sedang berkunjung ke negara Kabah itu. (Abu Ali Express)

Diplomasi Bintang Daud di negara Kabah

Rabbi Yaakov dari Israel pelesiran di Riyadh tanpa rasa cemas.

Peziarah Yahudi sedang berdoa dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Albalad.co/Supplied)

Provokasi Yahudi di Masjid Al-Aqsa

Bukan sekadar berdoa, pengajian soal Torah juga sering digelar kaum Yahudi di areal Al-Aqsa.

Ron Arad, pilot pesawat tempur Israel hilang dalam misi di Libanon pada 1986. (Israel Air Force)

Mossad ambil DNA dari satu mayat di Libanon

Pengambilan sampel DNA itu dilakukan di Desa Syith, utara Libanon.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Diplomasi Bintang Daud di negara Kabah

Rabbi Yaakov dari Israel pelesiran di Riyadh tanpa rasa cemas.

22 Oktober 2021

TERSOHOR