kisah

Natali dan azan di Istanbul

Penahanan keduanya menjadi ujian terberat bagi pemerintahan Bennett. Pemimpin dari Partai Yamina ini sudah bertekad untuk membebaskan empat warga Israel masih dalam tawanan Hamas di Jalur Gaza.

19 November 2021 08:33

 

Keduanya menghebohkan Israel sejak Kamis pekan lalu ditahan di Kota Istanbul, Turki, gegara memotret istana Presiden Recep Tayyip Erdogan. Sampai-sampai semua petinggi negara Zionis itu turun tangan.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, Menteri Luar Negeri Yair Lapid, dan Presiden Isaac Herzoog sependapat: suami istri Mordy dan Natali Oknin harus dibebaskan karena bukan mata-mata seperti dituduhkan oleh Turki.

Suara azan lima kali sehari dari masjid terdekat menguatkan hati Mordy dan Natali Oknin selama delapan hari mendekam dalam penjara di Istanbul. "Saya menutup kedua telinga saya dan berteriak keras (dalam bahasa Ibrani), Tuhan, tolong selamatkan kami," kata Natali.

Mordy dan Natali Oknin menolak menu daging disedikan pihak penjara. Kedua sopir di perusahaan bus Egged ini lebih memilih makan roti dan air.

Penahanan keduanya menjadi ujian terberat bagi pemerintahan Bennett. Pemimpin dari Partai Yamina ini sudah bertekad untuk membebaskan empat warga Israel masih dalam tawanan Hamas di Jalur Gaza: dua sudah jadi mayat, yakni Letnan Satu Hadar Goldin dan Sersan Kepala Shaul Oron. Dua lagi adalah warga sipil bernama Avera Mengistu dan Hisyam as-Sayyid.

Karena itulah, potret mendiang kedua serdadu negara Zionis itu terpampang di ruang kerja Bennett.

Ambisi pemerintahan Bennett dan Lapid, akan bergantian memimpin Israel, membuat keduanya menjadikan pembebasan Mordy dan Natali Oknin prioritas utama. Sampai-sampai Lapid Rabu pagi lalu membatalkan rencana lawatannya ke Hungaria.

Agar tidak bocor ke media dan dicemaskan bisa mengganggu upaya itu, semua proses dirahasiakan. Transkrip pembicaraan telepon antara Natali dengan keluarganya dirilis Rabu lalu atau sehari sebelum keduanya dibebaskan.

Di hari itu pula, pada pukul 16:40 sore, Lapid menghubungi keluarga Mordy dan Natali Oknin. Dia memberitahu keduanya akan segera dibebaskan dan pihak keluarga diminta merahasiakan kabar ini.

Nir Yaslovitzh, pengacara ditunjuk oleh pemerintah israel untuk mendampingi keduanya, biasanya mengabarkan perkembangan dari Istanbul, di Rabu itu tiba-tiba saja membatalkan semua jadwal wawancara dengan media di Israel.

Beragam pejabat pemerintah kerap mengunjungi keluarga Mordy dan Oknin secara hati-hati tidak menunjukkan optimisme keduanya memang akan dibebaskan.

Kabar pembebasan Mordy dan Natali Oknin baru muncul ke media setelah pesawat pribadi disewa oleh Kementerian Luar Negeri dalam penerbangan ke Istanbul untuk menjemput keduanya dini hari kemarin.

Jet terdaftar di Amerika Serikat ini biasa dipakai Israel saat urusan kenegaraan, seperti dilansir Yediot Ahronot. Pesawat itu mendarat di bandar Udara Ben Gurion, Ibu Kota Tel Aviv, Israel, jam 06:20 pagi. Mordy dan Natali Oknin keluar dari pesawat didampingi dua pejabat konsuler Kementerian Luar Negeri dan langsung disambut keluarga.

Bennett memang sedari awal harus menyembunyikan upaya pembebasan keduanya agar tidak terjadi krisis diplomatik dengan Turki. Hubungan kedua negara memang memburuk selama era Erdogan dan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel sebelumnya.

Usaha ini dilakoni lewat dua trek. Situs berita Walla melaporkan Kuasa usaha Kedutaan Besar Israel di Ibu Kota Ankara Irit Illian menghubungi Ibrahim Kalin, penasihat Erdogan. Sedangkan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) David Barnea menelepon mitranya, kepala badan intelijen Turki.

Selasa malam lalu, Kalin memberitahu Irit, penahanan Mordy dan Natali Oknin bukan atas perintah Erdogan. Itu insiden dilakukan oleh pihak berwenang di Istanbul. Turki meminta Israel memberi waktu untuk menyelesaikan kasus ini.

Besoknya, Kalin mengabarkan Mordy dan Natali Oknin akan dilepaskan. "Erdogan memahami tidak ada kepentingan untuk berkonflik dengan Israel dan bisa menguntungkan dia," ujar seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Israel kepada Walla.

Beberapa jam sehabis Mordy dan Natali Oknin tiba di rumah mereka di Modiin, Herzog berterima kasih kepada Erdogan melalui telepon. Bennett menyusul kemudian.

Keberhasilan ini meningkatkan keyakinan Bennett, usaha pembebasan empat warga Israel dari sekapan Hamas akan berakhir baik pula. Optimisme Bennett ini mirip keyakinan Mordy dan Natali Oknin lima kali sehari mendengar kumandang azan dari dalam sel mereka di Istanbul.

Rumah Sakit Sourasky Medical Center di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (tasmc.org.il)

Erdogan berkonsultasi dengan pakar jantung asal Israel

Pemeriksaan jantung Erdogan oleh Saphira itu kemungkinan berlangsung di Turki.

Ketua juru runding milisi Al-Hutiyun Muhammad Abdussalam mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Ibrahim raisi di Ibu Kota Teheran, Iran, 17 Januari 2022. (Al-Mayadin)

Awak asal Indonesia dalam tahanan Al-Hutiyun

Di hari bersamaan Al-Hutiyun menyerang Abu Dhabi dan Dubai, ketua juru rundingnya, Muhammad Abdussalam, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Ibrahim Raisi di Teheran.

Paspor milik Khalid bin Aidh al-Utaibi, lelaki Arab saudi ditangkap Kepolisian Paris, Prancis, pada 7 Desember 2021 karena diyakini sebagai salah satu pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi. (Screengrab)

Habisi Khashoggi, berkeliaran di Saudi

Sedari awal, banyak pihak tidak percaya para pembunuh Khashoggi diadili secara jujur dan terbuka.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Awak asal Indonesia dalam tahanan Al-Hutiyun

Di hari bersamaan Al-Hutiyun menyerang Abu Dhabi dan Dubai, ketua juru rundingnya, Muhammad Abdussalam, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Ibrahim Raisi di Teheran.

21 Januari 2022
Bom jelang reli, aib Saudi
07 Januari 2022

TERSOHOR