olahraga

Atlet Bahrain klaim tanpa kewarganegaraan

Muhammad Kamali diberi paspor sementara tujuh tahun lalu agar bisa bertanding buat tim bola tangan Bahrain di kompetisi internasional.

26 Oktober 2014 20:34

Muhammad Kamali, pemain bola tangan profesional asal Bahrain, mengaku dirinya sudah tidak memiliki kewarganegaraan lagi.

Gulf Daily News melaporkan pemerintah Bahrain memberikan paspor sementara tujuh tahun lalu agar dia bisa bermain untuk tim nasional negara itu. Paspor ini mesti diperbarui saban setengah tahun.

Kamali menolak bermain buat tim nasional Bahrain Maret tahun lalu. Dia memprotes lantaran pemerintah menolak memberikan jaminan dirinya bakal mendapat kewarganegaraan tetap. Dia mengatakan pemerintah Bahrain mencabut paspor sementara miliknya Agustus lalu.

Kamali dilahirkan di Bahrain dari ayah orang Iran dan ibu warga Bahrain. Kewarganegaraan Bahrain secara otomatis melekat pada anak-anak beribu dan berayah orang Bahrain.

Dia mengungkapkan orang tuanya bercerai saat dia berumur setahun dan dia jarang sekali bertemu ayahnya. Tanpa paspor dia tidak bisa bepergian ke luar negeri.

"Kontrak saya dengan Bahrain Club menyatakan saya pemain lokal. Berdasarkan kartu identitas, saya adalah penduduk Bahrain," kata Kamali kepada Gulf Daily News. "Paspor sementara saya telah ditarik dan saya kini bergantung pada kartu identitas saya. Tapi saya tidak tahu apa akan terjadi setelah kartu ini habis Mei 2016."

Dia kian bingung setelah menikah. Ketika akan berhaji bersama istrinya tahun ini pihak imigrasi Bahrain menolak memberi izin.

Bahrain telah memberi paspor kepada sejumlah atlet top dari negara lain, khususnya asal Benua Afrika, agar mereka bisa pindah dan bermain untuk tim nasional Bahrain di kompetisi internasional. Praktek kontroversial ini terendus di Asian Games. Beberapa peraih medali emas asal Bahrain dan Qatar ternyata sengaja dikasih kewarganegaraan agar bisa bertanding buat dua negara itu.

Kamali tidak tahu harus kemana. Apalagi dia tidak punya negara alternatif. "Saya pernah ditawari jadi warga negara Iran tapi saya menolak. Saya bakal tetap tidak mau meski mereka memberikan uang jutaan," tuturnya. "Saya orang Bahrain, dilahirkan dan dibesarkan di sini, serta akan tinggal di sini selamanya."

Direktur Bahrain Club berharap persoalan membelit Kamali bakal segera diselesaikan. Dia yakin pemainnya itu bisa mendapatkan paspor lantaran ibu dan istrinya orang Bahrain. Apalagi dia juga dilahirkan di negara itu. "Kamali adalah anggota keluarga dan kami ingin dia bahagia," katanya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman batal beli Newcastle United

Saat ini baru satu bangsawan Arab Saudi memiliki klub Liga Primer Inggris, yakni Pangeran Abdullah bin Musaad bin Abdul Aziz.

Logo stasiun televisi olahraga beIN Sports. (Arabian Business)

Arab Saudi akui curi hak siar milik televisi Qatar

Keputusan WTO itu merupakan cacat terburuk bagi negara Kabah itu selain masalah pelanggaran hak asasi manusia.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Pertarungan tinju Tyson versus Holyfield jilid tiga digelar di Riyadh pada Juli

"Pertarungan itu akan dilaksanakan pada 11 Juli di Ibu Kota Riyadh," kata seorang sumber Albalad.co.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi bayar uang muka Rp 314 miliar untuk membeli klub Newcastle United

Kalau pembelian ini terwujud, maka Newcastle United bakal menjadi klub kedua Liga Primer Inggris dimiliki Arab Saudi setelah Sheffield United dibeli oleh Pangeran Abdullah bin Musaad bin Abdul Aziz.





comments powered by Disqus