olahraga

Pangeran Saudi dilarang masuk stadion setahun

Pangeran Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Nasir menerima sanksi itu setelah terlibat cekcok.

14 Mei 2015 04:01

Pangeran Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Nasir dilarang memasuki semua stadion sepak bola di seluruh Arab Saudi setelah terlibat pertengkaran. Namun tidak dijelaskan bagaimana cekcok itu bisa terjadi.

Insiden ini berlangsung dalam laga penting antara dua klub bermarkas di Ibu Kota Riyadh. Dalam pertandingan itu, An-Nasr menjadi juara liga Arab Saudi setelah menundukkan Al-Hilal.

Di akhir laga Pangeran Abdul Aziz, anggota kehormatan klub An-Nasr, dengan ghitra (ikat kafiyeh berwarna hitam) di tangan berusaha mendekati para pemain Al-Hilal, tapi dicegah petugas keamanan.

Presiden Kesejahteraan Pemuda Pangeran Musaid bin Abdul Aziz as-Saud, lembaga setara Kementerian Pemuda dan Olahraga, mengeluarkan keputusan itu setelah menerima hasil penyelidikan sebuah tim. "Tidak ada toleransi untuk memastikan kejadian itu tidak berulang," kata Pangeran Musaid. "Semua klub harus benar-benar menghormati aturan baru ini."

Sanksi diterima Pangeran Abdul Aziz adalah yang kedua menimpa anggota keluarga kerajaan Saudi. Raja Salman bin Abdul Aziz dua pekan lalu melarang Pangeran Mamduh bin Abdurrahman as-Saud tampil di media cetak dan elektronik. Keputusan ini diambil lantaran dia melecehkan seorang komentator sepak bola.

Al-Ula, salah satu daerah pelesiran dijagokan Arab Saudi buat menggaet pelancong asing. (Al-Arabiya)

Ronaldo tolak tawaran Rp 101 miliar setahun buat jadi duta wisata Saudi

Olahraga menjadi alat Saudi membersihkan pamornya.

Tim reli asal Israel mengikuti Reli Dakar berlangsung di Ara  Saudi selama 3-15 Januari 2021. (Twitter)

Sembilan warga Israel berpartisipasi dalam Reli Dakar di Arab Saudi

Mereka terdiri dari dua tim dengan memakai bendera Belgia dan Amerika sebagai samaran.

Tim reli asal Israel mengikuti Reli Dakar berlangsung di Ara  Saudi selama 3-15 Januari 2021. (Twitter)

Dua pereli Israel ikut balapan mobil di Arab Saudi

Danny Pearl dan Charly Gotlib datang ke Saudi menggunakan paspor Israel buat mengikuti Reli Dakar.

Dua pemilik Beitar Jerusalem saat ini: Moshe Hogeg (tengah) dan Syekh Hamad bin Khalifah an-Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (kanan). Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola Israel tidak pernah memiliki pemain Arab muslim. (Beitar Jerusalem)

Setelah dibeli pangeran Abu Dhabi, klub bola Israel buka peluang bagi pemain Arab dan muslim bergabung

Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola di negara Zionis itu tidak pernah memiliki pemain Arab dan muslim.





comments powered by Disqus