olahraga

Iran izinkan perempuan tonton laga bola voli

Molaverdi bilang kehadiran kaum hawa di stadion bisa memberi pengaruh positif.

10 Juni 2015 04:39

Iran akan mengizinkan kaum hawa menonton laga bola voli namun jumlah mereka dibatasi. Mereka akan menyaksikan pertandingan antara tim nasional Iran menghadapi Amerika Serikat dalam Liga Bola Voli Dunia bakal digelar di Ibu Kota Teheran Jumat pekan depan.

Wakil Presiden Iran Urusan Perempuan dan Keluarga Shahindokht Molaverdi mengatakan sebagian besar perempuan akan menonton pertandingan voli itu adalah keluarga dari tim nasional Iran. "Jika hal ini sudah berlangsung beberapa kali, kekhawatiran akan hilang," katanya. "Bakal terbukti membolehkan kaum hawa melihat pertandingan olahraga dimainkan lelaki tidak menimbulkan masalah."

Negeri Mullah ini sudah mencoba membolehkan wanita menonton laga olahraga dimainkan kaum adam, termasuk bola voli, bola basket, bola tangan, dan tenis. Sedangkan menyaksikan sepak bola, renang, dan tenis, masih diharamkan bagi perempuan.

Sejak kemenangan Revolusi Islam pada 1979, Iran telah melarang perempuan melihat pertandingan atau perlombaan olahraga dimainkan laki-laki. Meski begitu, mereka membolehkan wanita asing menyaksikan tim nasional mereka bertanding di negara Persia itu.

Para ulama senior Iran beralasan larangan itu untuk menghindari kaum perempuan menjadi korban pelecehan baik secara lisan atau tindakan.

Larangan ini menghebohkan masyarakat global ketika tahun lalu Iran menahan Ghoncheh Ghavami, gadis Iran berdarah Inggris, saat dia berusaha menonton laga bola voli antara Iran dan Italia di stadion. Perempuan ini divonis setahun penjara dan dibebaskan November dengan jaminan karena kasusnya masih dalam proses banding.

Pemerintah Iran mulai menguji reaksi masyarakat soal larangan ini. Mereka pekan lalu mengizinkan kaum hawa dalam jumlah terbatas menonton pertandingan voli di Teheran. Semua berjalan tanpa insiden.

Beberapa kalangan konservatif berencana berunjuk rasa untuk memprotes kaum hawa dibolehkan menonton laga voli 19 Juni mendatang. Tapi Molaverdi bilang kehadiran mereka bisa memberi pengaruh positif. "Kehadiran perempuan dan keluarga dalam stadion akan menciptakan atmosfer moderat di stadion dan memberi sokongan moral," ujarnya.

Tim reli asal Israel mengikuti Reli Dakar berlangsung di Ara  Saudi selama 3-15 Januari 2021. (Twitter)

Sembilan warga Israel berpartisipasi dalam Reli Dakar di Arab Saudi

Mereka terdiri dari dua tim dengan memakai bendera Belgia dan Amerika sebagai samaran.

Tim reli asal Israel mengikuti Reli Dakar berlangsung di Ara  Saudi selama 3-15 Januari 2021. (Twitter)

Dua pereli Israel ikut balapan mobil di Arab Saudi

Danny Pearl dan Charly Gotlib datang ke Saudi menggunakan paspor Israel buat mengikuti Reli Dakar.

Dua pemilik Beitar Jerusalem saat ini: Moshe Hogeg (tengah) dan Syekh Hamad bin Khalifah an-Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (kanan). Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola Israel tidak pernah memiliki pemain Arab muslim. (Beitar Jerusalem)

Setelah dibeli pangeran Abu Dhabi, klub bola Israel buka peluang bagi pemain Arab dan muslim bergabung

Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola di negara Zionis itu tidak pernah memiliki pemain Arab dan muslim.

Dua pemilik Beitar Jerusalem saat ini: Moshe Hogeg (tengah) dan Syekh Hamad bin Khalifah an-Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (kanan). Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola Israel tidak pernah memiliki pemain Arab muslim. (Beitar Jerusalem)

Pangeran Abu Dhabi beli 50 persen saham klub bola Israel

Syekh Hamad bin Khalifah menjadi investor Arab pertama membeli saham klub sepak bola Israel. 





comments powered by Disqus