olahraga

Pebulutangkis Israel akhirnya diizinkan masuk ke Indonesia

Juru bicara PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Yuni Kartika membenarkan pihak imigrasi akan mengizinkan Zilberman memasuki wilayah Indonesia.

10 Agustus 2015 12:57

Pebulutangkis asal Israel Misha Zilberman tentu merasa lega setelah muncul kabar pemerintah Indonesia bakal memberi visa bagi dirinya. Alhasil, atlet 26 tahun ini masih bisa mengikuti kejuaraan dunia bulutangkis digelar di Jakarta mulai hari ini.

Juru bicara PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Yuni Kartika membenarkan pihak imigrasi akan mengizinkan Zilberman, mewakili Israel dalam Olimpiade 2012 di London, memasuki wilayah Indonesia.

Dia mengungkapkan pihak imigrasi sudah memberitahu PBSI permohonan visa Zilberman tengah diproses, namun dia menolak menjelaskan soal penundaan itu. "Masih ada kemungkinan. Segera setelah visanya keluar akan kami kirim ke Singapura," kata Yuni.

Zilberman sudah sejak enam bulan lalu mengajukan visa buat ke Indonesia namun gagal. Selama dua pekan terakhir dia mencoba lagi lewat KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Singapura.

"Mereka (Indonesia) tidak akan memberi visa buat saya mengikuti kejuaraan dunia," tulis Zilberman di laman Facebooknya awal pekan lalu. "Federasi Bulutangkis Dunia tahu soal ini dan tidak menolong. Mereka membiarkan saja hal itu terjadi."

Kejadian seperti ini bukan hal baru. Indonesia – negara berpenduduk muslim terbesar sejagat – tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun urusan politik juga berbuntut panjang hingga ke masalah olahraga. Jakarta selalu menolak memberi visa bagi atlet Israel atau atlet Indonesia kerap tidak bersedia bertanding menghadapi lawannya dari negara Zionis itu.

Tim reli asal Israel mengikuti Reli Dakar berlangsung di Ara  Saudi selama 3-15 Januari 2021. (Twitter)

Dua pereli Israel ikut balapan mobil di Arab Saudi

Danny Pearl dan Charly Gotlib datang ke Saudi menggunakan paspor Israel buat mengikuti Reli Dakar.

Dua pemilik Beitar Jerusalem saat ini: Moshe Hogeg (tengah) dan Syekh Hamad bin Khalifah an-Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (kanan). Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola Israel tidak pernah memiliki pemain Arab muslim. (Beitar Jerusalem)

Setelah dibeli pangeran Abu Dhabi, klub bola Israel buka peluang bagi pemain Arab dan muslim bergabung

Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola di negara Zionis itu tidak pernah memiliki pemain Arab dan muslim.

Dua pemilik Beitar Jerusalem saat ini: Moshe Hogeg (tengah) dan Syekh Hamad bin Khalifah an-Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (kanan). Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola Israel tidak pernah memiliki pemain Arab muslim. (Beitar Jerusalem)

Pangeran Abu Dhabi beli 50 persen saham klub bola Israel

Syekh Hamad bin Khalifah menjadi investor Arab pertama membeli saham klub sepak bola Israel. 

Moshe Hogeg (kiri), pemilik klub sepak bola Beitar Jerusalem. (Moshe Hogeg via JTA)

Pangeran Abu Dhabi berminat beli klub bola Israel

Sejak membeli Beitar senilai dua tahun lalu, Hogeg mengubah citra klub terkenal anti-Arab dan Islam ini.





comments powered by Disqus