olahraga

Lima menit bareng binaragawati pertama Bahrain

Haifa al-Musawi mengajukan diri menjadi warga negara Portugal agar bisa menjadi atlet binaraga profesional.

27 Agustus 2015 10:47

Bagi masyarakat di dunia Arab, penampilannya memang bisa membikin orang mengernyitkan dahi. Badannya berotot, kelihatan jauh lebih perkasa ketimbang lelaki umumnya.

Dialah Haifa al-Musawi. Perempuan 32 tahun ini merupakan atlet binaraga perempuan pertama Bahrain.

Sejatinya tidak ada undang-undang di Bahrain melarang kaum hawa menjadi binaragawati. Namun kondisi masyarakat konservatif membuat kesempatan Haifa berkarier lebih jauh terhambat.

Karena itu dia pindah ke Dubai, Uni Emirat Arab, meski kini dia bekerja menjadi instruktur di sebuah pusat kebugaran dan olahraga. Dia berharap bisa mewakili Bahrain dalam kompetisi binaraga internasional, tapi
tampaknya mimpi itu sulit diraih. Dia lalu mengajukan permohonan izin tinggal tetap di Portugal agar bisa menjadi binaragawati profesional.

Haifa tadinya bekerja di bagian pemasaran dan hubungan kemasyarakatan. Pertama kali mengenal binaraga di usia 17 tahun lantaran berlatih untuk mengurangi berat badan. Lama-lama dia mencintai hal ini.

"Atlet binaraga menginspirasi saya dalam banyak hal," kata Haifa. "Mereka berusaha keras, kuat mental dan fisik, bertekad kuat, fokus, serta bersemangat menggapai hasil."

Tim reli asal Israel mengikuti Reli Dakar berlangsung di Ara  Saudi selama 3-15 Januari 2021. (Twitter)

Sembilan warga Israel berpartisipasi dalam Reli Dakar di Arab Saudi

Mereka terdiri dari dua tim dengan memakai bendera Belgia dan Amerika sebagai samaran.

Tim reli asal Israel mengikuti Reli Dakar berlangsung di Ara  Saudi selama 3-15 Januari 2021. (Twitter)

Dua pereli Israel ikut balapan mobil di Arab Saudi

Danny Pearl dan Charly Gotlib datang ke Saudi menggunakan paspor Israel buat mengikuti Reli Dakar.

Dua pemilik Beitar Jerusalem saat ini: Moshe Hogeg (tengah) dan Syekh Hamad bin Khalifah an-Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (kanan). Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola Israel tidak pernah memiliki pemain Arab muslim. (Beitar Jerusalem)

Setelah dibeli pangeran Abu Dhabi, klub bola Israel buka peluang bagi pemain Arab dan muslim bergabung

Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola di negara Zionis itu tidak pernah memiliki pemain Arab dan muslim.

Dua pemilik Beitar Jerusalem saat ini: Moshe Hogeg (tengah) dan Syekh Hamad bin Khalifah an-Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (kanan). Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola Israel tidak pernah memiliki pemain Arab muslim. (Beitar Jerusalem)

Pangeran Abu Dhabi beli 50 persen saham klub bola Israel

Syekh Hamad bin Khalifah menjadi investor Arab pertama membeli saham klub sepak bola Israel. 





comments powered by Disqus