olahraga

Penonton bayaran di liga Qatar

Buruh bangunan asal Asia Selatan dan petugas keamanan dari Afrika dibayar 30 riyal tiap laga buat mengisi kursi stadion kerap kosong.

17 November 2015 20:40

Para buruh migran di Qatar mengaku mereka dibayar untuk menonton pertandingan sepak bola liga domestik lantaran kursi stadion lebih sering kosong. Termasuk saat mantan kapten Barcelona, Xavi Hernandez, 35 tahun, tampil bareng klubnya As-Sadd.

Sekelompok penonton mengaku kepada surat kabar the Guardian masing-masing dibayar 30 riyal, kini setara Rp 104.500, atau diberi tiket gratis saat menyaksikan laga antara As-Sadd menghadapi Al-Ahli bulan lalu.

Penonton bayaran ini termasuk para petugas satuan pengamanan asal Afrika berdandan dengan gamis putih agar mereka bisa terlihat seperti orang Qatar. Sejumlah buruh bangunan dari India bilang mereka dibayar untuk menyanyikan mars sepak bola dalam bahasa Arab. Mereka diajarkan sebelumnya walau tidak memahami maknanya.

Ada sekitar seribu penonton di stadion melihat penampilan Xavi Hernandez, termasuk para buruh bangunan dari Asia Selatan. Sebagian penonton memainkan tetabuhan dan terompet pipa untuk menghidupkan suasana agar riuh.

"Kami ke sini karena uang. Mereka membayar kami 30 riyal tiap pertandingan," kata Kumar, buruh bangunan datang bareng rombongan diangkut bus dari kamp akomodasi mereka. "Mereka mengajarkan kami bertepuk tangan dan menyanyikan beberapa lagu. Mereka cemas tidak ada yang mau menonton di stadion karena itu mereka melakukan hal ini."

Michael, petugas keamanan asal Kenya, membenarkan. Dia mengatakan orang-orang Qatar tidak tertarik datang ke stadion buat menonton laga sepak bola. "Kebanyakan dari mereka sibuk dan lebih suka menyaksikan di rumah. Dengan tambahan 30 riyal tiap kali menonton, kami bisa makan lebih baik," ujarnya.

Seorang juru bicara QSL (Liga Sepak Bola Qatar) membantah pihaknya membayar agen atau para penggemar untuk menyaksikan pertandingan di stadion. Namun dia membenarkan kadang ada klub memberikan tiket gratis untuk mempopulerkan tim mereka.

"Tujuan kami bukan mengisi stadion dengan orang-orang tidak mau datang ke sana," tuturnya. "Kami ingin menciptakan liga profesional dengan penggemar antusias sehingga jumlah penonton benar-benar mencintai sepak bola bakal meningkat."

QSL menyatakan jumlah penonton musim ini naik 40 persen dibanding musim lalu.

Qatar berusaha keras mempopulerkan sepak bola di negara itu untuk menyambut Piala Dunia 2022. Sebab Qatar bukan negeri sepak bola. Mereka sampai mengontrak pemain-pemain top untuk menarik minat penggemar, termasuk Xavi Hernandez.

Karena itu, terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 menghebohkan. Selain tidak memiliki tradisi sepak bola kuat, dugaan suap hingga negara ini terpilih kian kencang setelah terbongkarnya skandal korupsi di tubuh FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasionl).

Stadion Pelabuhan Doha di Ibu Kota Doha, Qatar. Ini salah satu stadion bakal dipakai untuk turnamen Piala Dunia 2022 di Qatar. (theguardian.com)

Qatar gelontorkan US$ 500 juta sepekan buat proyek Piala Dunia 2022

Sebanyak 90 persen kontrak buat proyek Piala Dunia 2022 sudah diberikan.

Stadion Al-Bait bakal dipakai dalam Piala Dunia 2022 di Qatar. (sc.qa)

FIFA menangi kasus soal penunjukan Qatar gelar Piala Dunia 2022

Penggugat mengklaim FIFA keliru memilih Qatar.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar akan bikin pengadilan khusus buat adili pemabuk selama Piala Dunia 2022

Produsen bir terbesar di dunia juga bakal mensponsori Piala Dunia 2022.

Stadion Al-Wakrah di Qatar rancangan Zaha Hadid Architects. (arabianbusiness.com)

Buruh proyek Piala Dunia 2022 cuma dibayar Rp 20 ribu sejam

ITUC bilang saban tahun lebih dari seribu buruh Piala Dunia 2022 meninggal.





comments powered by Disqus

Rubrik olahraga Terbaru

Pejudo Iran minta suaka ke Jerman

Pejudo peringkat satu dunia asal Iran Said Maulai pernah pura-pura cedera agar tidak melawan pejudo dari Israel Sagi Muki.

01 September 2019

TERSOHOR