olahraga

Dinilai membosankan, presiden Mauritania hentikan laga sepak bola

Pertandingan disetop di menit ke-63 dan kedua tim diperintahkan melakoni adu penalti.

02 Desember 2015 18:58

Kadang sebuah pertandingan sepak bola membosankan. Kalau sudah begitu, penonton cuma bisa mencemooh. Namun seorang pemimpin negara bisa melakukan lebih dari itu: menghentikan laga sebelum berakhir dan memaksa kedua tim melakukan adu penalti.

Inilah kabarnya yang terjadi di Mauritania. Asosiasi sepak bola di negara itu dipaksa membantah selentingan beredar Presiden Muhammad Auld Abdul Aziz memaksa terjadi adu penalti saat pertandingan berlangsung di menit ke-63 dalam partai final Piala Super.

Abdul Aziz dianggap frustasi menonton jalannya pertandingan antara FC Teyragh-Zaina dan ACS Ksar akhir pekan lalu. Laga ini tiba-tiba saja dihentikan saat kedudukan imbang 1-1 dan wasit memerintahkan kedua tim melakoni adu penalti. Hasilnya Teyragh Zaina menang.

"Keputusan itu dibuat atas kesepakatan antara presiden dan pelatih dari kedua klub," kata Ketua Asosiasi Sepak Bola Mauritania Ahmad Auld Yahya.

Tapi para penonton marah dengan campur tangan presiden itu.

Sekitar 3.500 Iran diizinkan menonton laga kualifikasi Piala Dunia 2022 antara tim tuan rumah menghadapi Kamboja di Stadion Azadi, Ibu Kota Teheran, 10 Oktober 2019. (Twitter/Sporf)

Iran akhirnya izinkan perempuan tonton bola di stadion

Kebijakan ini berlaku setelah bulan lalu perempuan penggemar sepak bola, Sahar Khodayari, membakar diri di luar gedung pengadilan dan akhirnya meninggal dua pekan kemudian.

Dua pemilik klub Liga Primer Inggris, Sheffield United - Kevin McCabe (kiri) dan Pangeran Abdullah bin Musaad bin Abdul Aziz dari Arab  Saudi - pada 2014. (Sky News)

Pangeran Saudi menangi gugatan buat miliki klub bola Sheffield United

Sebuah pengadilan tinggi di Inggris memerintahkan Kevin McCabe menjual 50 persen sahamnya di Sheffield United kepada Pangeran Abdullah seharga Rp 87,4 miliar.

Pejudo peringkat satu dunia asal Iran, Said Maulai, pada 2018. (YouTube screenshot)

Pejudo Iran minta suaka ke Jerman

Pejudo peringkat satu dunia asal Iran Said Maulai pernah pura-pura cedera agar tidak melawan pejudo dari Israel Sagi Muki.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berencana gelar balapan Formula 1

Arab Saudi sudah menjadi tumah rumah balapan Formula E sejak Desember tahun lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik olahraga Terbaru

Iran akhirnya izinkan perempuan tonton bola di stadion

Kebijakan ini berlaku setelah bulan lalu perempuan penggemar sepak bola, Sahar Khodayari, membakar diri di luar gedung pengadilan dan akhirnya meninggal dua pekan kemudian.

14 Oktober 2019

TERSOHOR