olahraga

Dua pesepak bola Iran dilarang bermain seumur hidup karena hadapi klub dari Israel

Masud Shojaei dan Ihsan Hajisafi tampil membela klubnya menghadapi Maccabi Tel Aviv dari Israel.

14 Agustus 2017 06:14

Iran pekan lalu mengenakan sanksi larangan bermain seumur hidup untuk tim nasional bagi dua pesepak bolanya, setelah membela klubnya menghadapi Maccabi Tel Aviv dari Israel.

Kedua pemain tengah itu, Masud Shojaei (33 tahun), kapten tim nasional Iran, dan Ihsan Hajisafi (27 tahun), salah satu pemain bintang, tampil untuk klub mereka asal Yunani, Panionios, dalam laga kualifikasi ketiga Liga Eropa dua pekan lalu.

"Tentu saja Masud Shojaei dan Ihsan Hajisafi tidak akan pernah dipanggil untuk bergabung dengan tim nasional karena mereka sudah melanggar batas," kata Wakil Menteri Olahraga Iran Muhammad Reza Davarzani dalam pidato di televisi.

Davarzani mengakui kedua pemain Iran itu memang sudah dikontrak untuk membela Panionios. "Tapi bermain menghadapi wakil dari rezim menjijikkan...ini tidak dapat diterima rakyat Iran," ujarnya.

Dia menjelaskan Shojaei dan Hajisafi memang menolak bermain di laga kedua di kandang Maccabi Tel Aviv, meski dijanjikan bonus dan diancam denda. Namun mereka tampil di pertandingan pertama pada 4 Agustus dan kalah 0-1. Secara keseluruhan, Maccabi menang 2-0 atas Panionios.

Iran dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dan memang bermusuhan. Israel kerap menuding negara Mullah itu sebagai penyokong terorisme dan ancaman bagi perdamaian dunia.

Sahar Khodayari, gadis Iran penggemar sepak bola, nekat membakar diripada 1 September 2019  hingga tewas pada 10 September 2019. (Twitter)

Takut dipenjara karena berusaha tonton bola di stadion, gadis Iran bakar diri hingga tewas

Setelah Arab Saudi mencabut larangan serupa tahun lalu, Iran menjadi satu-satunya negara di dunia melarang kaum hawa menonton pertandingan sepak bola di stadion.

Pejudo peringkat satu dunia asal Iran, Said Maulai, pada 2018. (YouTube screenshot)

Pejudo Iran minta suaka ke Jerman

Pejudo peringkat satu dunia asal Iran Said Maulai pernah pura-pura cedera agar tidak melawan pejudo dari Israel Sagi Muki.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berencana gelar balapan Formula 1

Arab Saudi sudah menjadi tumah rumah balapan Formula E sejak Desember tahun lalu.

Syekh Khalid bin Zayid, pangeran dari Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan pemilik Bin Zayed Group. (Screencapture YouTube)

Pangeran dari Dubai segera miliki Newcastle United

Pangeran Khalid bin Zayid sepakat membeli Newcastle United seharga Rp 6,2 triliun.





comments powered by Disqus

Rubrik olahraga Terbaru

Pejudo Iran minta suaka ke Jerman

Pejudo peringkat satu dunia asal Iran Said Maulai pernah pura-pura cedera agar tidak melawan pejudo dari Israel Sagi Muki.

01 September 2019

TERSOHOR