olahraga

Pangeran Abu Dhabi beli 50 persen saham klub bola Israel

Syekh Hamad bin Khalifah menjadi investor Arab pertama membeli saham klub sepak bola Israel. 

08 Desember 2020 09:15

Seorang pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) akhirnya membeli saham sebuah klub sepak bola Israel dikenal anti-Arab dan muslim. 

Selain mengakuisisi 50 persen saham Beitar Jerusalem, Syekh Hamad bin Khalifah an-Nahyan juga akan menggelontorkan dana investasi 300 juta shekel (Rp 1,3 triliun) dalam satu dasawarsa mendatang. 

Manajemen Beitar Jerusalem menyebut pembelian itu sebagai kesepakatan bersejarah dan menarik. Ini terjadi tiga bulan setelah UEA dan Israel menandatangani Perjanjian Ibrahim untuk membina hubungan diplomatik.

"Saya senang bisa menjadi mitra sebuah klub terhormat di ibu kota Israel, salah satu kota paling disucikan di dunia," kata Syekh Hamad bin Khalifah. 

Beitar Jerusalem menjadi satu-satunya klub Liga Israel tidak pernah memilik pemain Arab muslim. Namun sejak dibeli Moshe Hogeg dua tahun lalu, citra klub mulai diubah. 

Dengan kesepakatan ini, maka ada dua pemilik Beitar Jerusalem: Moshe Hogeg dan Syekh Hamad bin Khalifah.

Syekh Hamad bin Khalifah menjadi investor Arab pertama membeli saham klub sepak bola Israel. 

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Israel Muhammad al- Khaja menyerahkan surat tugasnya kepada Presiden Israel Reuven Rivlin di Yerusalem, 1 Maret 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Duta besar UEA buat Israel serahkan surat tugas kepada Presiden Rivlin

Selain bertemu para pejabat senior Israel, kunjungan Al-Khaja untuk mencari lokasi bagi kantor Kedutaan Besar UEA dan rumah dinasnya di Tel Aviv.

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Israel  Muhammad al-Khaja. (Kementerian Luar Negeri UEA)

Duta besar UEA serahkan surat tugas kepada presiden Israel Selasa pekan depan

Sedangkan Duta Besar Israel buat UEA Eitan Naeh sudah bertugas srjak bulan lalu. 

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA kurangi bantuan bagi Palestina dari Rp 700 miliar jadi Rp 14 miliar

Sudah delapan negara berpenduduk mayoritas muslim menjalin relasi resmi dengan Israel, yakni Turki (1949), Mesir (1979), Yordania (1994), UEA, Bahrain, Sudan, dan maroko (2020), serta Kosovo (2021).

Pesawat Flydubai, maskapai asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Business Traveller)

Sedari normalisasi, nilai perdagangan Dubai-Israel Rp 3,8 triliun

Dua pertiganya adalah ekspor Dubai ke Israel.





comments powered by Disqus