tajuk

Haji dan ironi Saudi

Haji mengajarkan penghambaan, tunduk merendah, dan bersujud di hadapan Allah dan Kabah, rumah Allah pertama di muka Bumi. Tapi Arab Saudi malah berlaku sombong: menegakkan bangunan-bangunan jangkung berdampingan dengan Masjid Al-Haram. Alhasil, Kabah kelihatan kerdil dikangkangi semisal Menara Zamzam.

09 Agustus 2019 10:00

Besok sekitar tiga juta umat Islam melaksanakan wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi, merupakan puncak dari ibadah haji.

Haji mengajarkan harmoni dan persaudaraan antar umat, namun Arab Saudi malah memecah belah umat Islam lantaran persaingannya dengan Iran dalam berebut pengaruh di Timur Tengah dan dengan Turki untuk memperebutkan posisi sebagai pemimpin negara Islam. Dengan dalih Konferensi Islam-Amerika digelar tahun lalu, pertemuan itu ternyata untuk memojokkan posisi Iran.

Riyadh menuding Teheran penyebab ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Namun dukungan Saudi kepada pemberontak Suriah pernah membuat negara Syam itu dibekap perang berkepanjangan sejak 2011. Bahkan kelompok pemberontak di Suriah dukungan Saudi itu dicap sebagai teroris.

Bahkan hasil penelitian dilakukan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada 2013 menyimpulkan penyebaran paham Wahabi oleh Arab Saudi di negara-negara muslim moderat di Asia, Afrika malah menumbuhkan bibit-bibit ekstremisme. Sayangnya hasil penelitian itu tidak pernah diterbitkan untuk mencegah kemarahan Arab Saudi.

Haji mengajarkan silaturahim, perdamaian, dan menghilangkan permusuhan. Tapi Arab Saudi sejak 5 Juni 2017 malah memutuskan hubungan diplomatik dengan negara tetangganya, Qatar, tanpa alasan kuat. Mereka menuding negara Arab supertajir itu menyokong terorisme dan meminta Qatar memutus hubungan resmi dengan Iran.

Haji mengajarkan solidaritas terhadap sesama muslim, tapi Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman malah bermesraan dengan Israel, negara penjajah Palestina. Dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas, Bin Salman menekan Abbas menerima proposal damai bikinan Presiden Amerika Donald Trump.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin organisasi Zionis di Amerika Maret tahun lalu, Bin Salman menyatakan keberadaan Israel harus diakui. Jadi wajar saja pamor Saudi di kalangan rakyat Palestina jeblok. Bukti terakhir saat wartawan Muhammad Saud asal Arab Saudi melawat ke Masjid Al-Aqsa beberapa waktu lalu. Dia dilempari dan diludahi.

Haji mengharamkan pertumpahan darah. Namun sejak Maret 2015, Arab Saudi telah membombardir Yaman untuk menumpas pemberontak Al-Hutiyun dukungan Iran. Tapi di Suriah, Arab Saudi malah mendukung pemberontak. Semuanya karena Iran: siapa saja disokong oleh negara Mullah itu adalah musuh bagi Arab Saudi.

Haji mengajarkan kejujuran namun Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz belum menepati janjinya membayar santunan bagi korban derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram pada musim haji 2015. Arab Saudi sampai sekarang juga tidak mengumumkan hasil investigasi terhadap tabrakan arus jamaah saat prosesi lempar jumrah menyebabkan lebih dari 2.500 orang meninggal empat tahun lalu. 

Haji mengajarkan penghambaan, tunduk merendah, dan bersujud di hadapan Allah dan Kabah, rumah Allah pertama di muka Bumi. Tapi Arab Saudi malah berlaku sombong: menegakkan bangunan-bangunan jangkung berdampingan dengan Masjid Al-Haram. Alhasil, Kabah kelihatan kerdil dikangkangi semisal Menara Zamzam.

Haji mengajarkan kecintaan kepada Nabi Muhammad, pembawa ajaran Islam. Namun Arab Saudi dengan angkuh dan arogan melenyapkan bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Rasulullah dan para sahabatnya. Rumah Khadijah, istri pertama Nabi, digusur menjadi toilet umum, kediaman Abu Bakar, satu dari empat sahabat paling utama sekaligus mertua Nabi dan khalifah pertama diratakan dengan tanah dan diganti menjadi Hotel Hilton.

Bahkan kalau saja tidak ada protes keras dari umat Islam seluruh dunia, termasuk para pendiri Nahdhatul Ulama, kubur Nabi Muhammad di Masjid Nabawi, Madinah, juga bakal dipindahkan.

Arab Saudi melakukan itu dengan alasan bangunan-bangunan semacam itu dapat menimbulkan kemusyrikan. Padahal kalau mengaku pecinta, dia pasti akan terus menyimpan barang-barang peninggalan orang dia cintai.

Dr Irfan al-Alawi, sejarawan dilahirkan dan dibesarkan di Makkah, bilang umat Islam sudah terlambat buat menyelamatkan kota suci itu. Sebab sudah lebih dari 90 persen bangunan bersejarah peninggalan Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya dihancurkan.

Sila baca:

Kita sudah terlambat buat selamatkan Makkah
Tanda kiamat telah muncul di Makkah

Alhasil, Makkah saat ini tidak sesakral dan sereligius puluhan tahun silam. Berhaji atau berumrah kini tidak ubahnya perjalanan wisata.

 

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi tetapkan tarif 300 riyal buat visa haji, umrah, dan wisata

Saudi menargetkan 30 juta jamaah umrah pada 2030.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi tahan 181 warga Indonesia karena hendak berhaji tanpa izin

Puluhan warga Indonesia lainnya terkatung-katung usai melaksanakan ibadah haji karena tidak memiliki tiket pulang.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi berencana terbitkan visa elektronik buat jamaah umrah

Kementerian Haji dan Umrah akan mengeluarkan sepuluh juta visa buat umrah tahun ini.





comments powered by Disqus

Rubrik tajuk Terbaru

Saudi must break with the Wahhabi legacy for the security of the world

ISIS is driven by a metastasized form of Wahhabism, the official interpretation of Islam in the kingdom of Saudi Arabia, which holds that all outside its own sect are kufar.

13 Juli 2016

TERSOHOR