tajuk

Arab Saudi siap berdamai dengan Israel

Bin Salman mesti memutuskan: menormalisasi hubungan dengan Israel sekarang atau menunggu hasil pemilihan presiden di Amerika, itu pun dengan syarat Trump menaklukkan Joe Biden, calon dari Partai Demokrat.

19 September 2020 02:41

Selasa sore, setelah acara penandatanganan perjanjian normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel di Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bilang ada 7-9 negara Arab siap menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, termasuk Arab Saudi.

Jangan katakan Trump asal bicara. Dia sadar Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman merupakan pemimpin de facto di negara Kabah itu sangat membutuhkan dirinya untuk menjadi raja. Atas restu Trump, Bin Salman bisa dengan seenaknya menahan ulama, pangeran, pejabat, konglomerat, aktivis, wartawan, dan akademisi, atau dengan tuduhan membangkang atau korupsi tanpa prosedur hukum transparan.

Bahkan ada dua pengeran memiliki hubungan dekat dengan Barat, termasuk Amerika, ikut ditangkap semena-mena, yakni Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz (adik dari Raja Salman bin Abdul Aziz) dan mantan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif, disingkirkan Bin Salman tiga tahun lalu lewat pemilihan di Dewan Kesetiaan berlangsung secara ilegal.

Trump pula yang mati-matian membela Bin Salman meski Kongres Amerika, CIA (dinas rahasia luar negeri Aerika), Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Turki menyimpulkan anak dari Raja Salman itu adalah pemberi perintah untuk dengan keji menghabisi Jamal Khashoggi, kolumnis surat kabar the Washington Post getol mengkritik kebijakan-kebijakan negara Kabah itu.

Sebagai pengusaha, Trump sudah bisa berhitung tidak jasa gratis. Selain pembelian peralatan militer senilai miliaran dolar Amerika oleh Saudi, Trump ingin namanya dicatat dalam sejarah konflik Palestina-Israel. Karena itu dia mengambil terobosan bahkan walau langkah itu membikin dirinya tidak populer di kalangan muslim, termasuk menekan Bin Salman dan rezim-rezim kerajaan di Arab Teluk untuk segera meneken perjanjian normalisasi dengan Israel.

Tapi, menurut seorang sumber dalam lingkungan istana, Bin Salman masih khawatir menjalani ikatan resmi dengan Bintang Daud itu selagi takhta belum dia genggam membikin psisinya makin tidak aman. Bahkan boleh jadi dia tidak bisa menduduki singgasana. Trump berkukuh akui dulu Israel baru Bin Salman mendapat lampu hijau buat menjadi raja kedelapan Saudi.

Hingga akhirnya dicapai jalan tengah: mendorong dua sekutu Arab Saudi di kawasan Arab Teluk, UEA dan Bahrain, meneken kesepakatan untuk menjalin hubungan diplomatik lebih dulu. Ternyata reaksi umat Islam sejagat adem ayem. Tidak ada demonstrasi massal di 57 negara berpenduduk mayoritas muslim tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Tentunya ini akan membikin Bin Salman sadar tidak ada yang dapat menghalangi dirinya untuk mebina hubungan diplomatik dengan Israel. Dia sudah membuktikan menahan dan menangkapi orang-orang dia anggap ancaman tanpa ada sanksi dari Uni Eropa atau Amerika meski itu pelanggaran hak asasi manusia.

Bin Salman juga masih bebas walau tangannya berlumur darah Khashoggi, warga Saudi mengasingkan diri ke Amerika sejak 2017 lantaran takut ditangkap Bin Salman.

Tidak ada tuntutan sanksi di Dewan Keamanan PBB terhadap Bin Salman dan Arab Saudi karena sudah menciptakan krisis kemanusiaan terbesar abad ini, versi PBB, sejak negeri Dua Kota Suci itu membombardir Yaman. Lebih dari seratus ribu orang tewas dan jutaan orang kelaparan. Setidaknya lima juta anak Yaman juga terancam kekurangan gizi.

OKI dan Liga Arab juga bungkam terhadap kebijakan luar negeri agresif dan arogan dijalankan Bin Salman. Bahkan dua organisasi multilateral ini terpecah menyikapi beragam keputusan Bin Salman, termasuk soal blokade terhadap Qatar sejak awal Juni 2017.

Di dalam negeri pun, dengan sekitar 67 persen warga Saudi berumur di bawah 30 tahun, menurut hasil sensus tahun ini, generasi milenial di sana tidak terlalu terikat secara emosional dengan isu Palestina. Mereka bahkan girang Bin Salman, masih berumur 35 tahun, telah membyuka belenggu berusia puluhan tahun, terutama bagi kaum hawa. Mereka sekarang boleh menyetir mobil dan mengendarai sepeda motor, menonton pertandingan olahraga di stadion, duduk semeja dengan lelaki bukan muhrim di kafe dan restoran. Konser musik artis dunia dan bioskop sudah menjadi hal lazim saat ini.

Dengan semua bukti itu, Bin Salman tidak perlu cemas lagi kalau harus menjalin hubungan resmi dengan Israel walau dia belum resmi menjadi raja. Yang harus dia khawatirkan adalah soal waktu. Jika Trump kalah dalam pemilihan presiden November tahun ini, boleh jadi keadaan berbalik karena penyokong setianya itu tidak lagi berkuasa. Jika Trump menang, kemungkinan ini cukup besar setelah berhasil mendorong UEA dan Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel, Bin Salman bisa tersenyum lebar.

Alhasil, Bin Salman mesti memutuskan: menormalisasi hubungan dengan Israel sekarang atau menunggu hasil pemilihan presiden di Amerika, itu pun dengan syarat Trump menaklukkan Joe Biden, calon dari Partai Demokrat.

Pemandangan Arab Saudi dari udara dipotret oleh pilot Israir terbang melintasi kota Makkah dan Jeddah pada Ahad, 8 November 2020. (Twitter/Israir)

Pesawat Israel terbang di atas Makkah

Sejak September, Saudi mengizinkan semua penerbangan dari Israel menuju wilayah Timur Jauh atau sebaliknya melewati wilayah udaranya.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

80 persen rakyat Arab Saudi ingin negaranya berbaikan dengan Israel

Sebanyak 71 persen warga negara Kabah itu mendambakan relasi resmi dengan Israel meski negara Palestina merdeka dan berdaulat belum terbentuk. 

Umrah dan alarm penanganan Covid-19

Tentu pemerintah harus berpikir keras untuk tidak mengecewakan kaum muslim buat kedua kalinya. Kalau tidak mampu mengendalikan wabah Covid-19, jamaah asal Indonesia bisa saja dilarang berumrah ketika pintu dibuka mulai 1 November.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Trump isyaratkan Saudi akan berdamai dengan Israel

Trump mengungkapkan Amerika tengah mengadakan pembicaraan dengan 5-6 negara mengenai kesepakatan buat menormalisasi hubungan dengan Israel.





comments powered by Disqus