tajuk

Apakah Taliban organisasi teroris?

Taliban menyatakan pula akan menghormati pemeluk agama minoritas, seperti Sikh. Berbeda dengan ISIS, Taliban menganggap Syiah sebagai bagian dari Islam.

01 Agustus 2021 11:58

Pertanyaan ini merupakan polemik: Taliban organisasi teroris atau bukan? Banyak pihak menganggap gerakan pelajar muslim berjasa dalam mengusir pasukan Uni Soviet dari Afghanistan selama Perang 1979-1989 itu teroris karena menerapkan syariat Islam kaku: melarang perempuan ke luar rumah tanpa didampingi mahram.

Kebanyakan orang menganggap Taliban teroris kalau ingat peristiwa penembakan terhadap Malal Yusafzai pada Oktober 2012. Waktu itu gadis Afghanistan ini baru berumur 15 tahun dan ditembak bagian kepalanya dalam bus sepulang ujian seklah.

Namun terminologi teroris selalu subjektif, tergantung kepentingan sebuah negara atau pihak tertentu. Bagi Amerika Serikat saat ini, Taliban mungkin saja organisasi teroris lantaran lebih dari empat ribu tentaranya tewas sejak menginvasi Afghanistan atas alasan membumihanguskan Al-Qaidah bersarang di negeri itu. Hingga akhirnya negara adikuasa ini mulai menarik pasukannya dari Afghanistan sedari 1 Mei lalu berdasarkan kesepakatan Doha dicapai pada Februari tahun lalu.

Kenyataannya, pendudukan Amerika di Afghanistan sejak 2001 sama dengan invasi dilakoni Uni Soviet di era 1970-an sampai 1980-an. Alhasil, Taliban pun memerangi Amerika karena menganggap mereka sebagai penjajah.

Apakah sebuah gerakan perlawanan rakyat di sebuah negara terhadap pendudukan pasukan asing bisa dianggap sebagai kelompok teroris? Apakah Taliban bercita-cita membangun pemerintahan Islam inklusif di negaranya sendiri, sama seperti pemerintahan Islam di Arab Saudi dan Iran dapat dikategorikan sebagai teroris?

Taliban bukan berambisi mendirikan khilafah dunia seperti mimpi ISIS. Taliban tidak berniat membuat cabang-cabang milisi di berbagai negara seperti dilakukan Al-Qaidah. Taliban menegaskan pula tidak akan mengekspor ideologi negara Islam ke negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya, termasuk Indonesia.

Padahal ketika Taliban berjuang menghadapi penjajahan Uni Soviet, Amerika juga ikut mendukung. Keberadaan pasukan Amerika di Afghanistan selama ini malah telah memicu perang saudara antara pasukan pemerintah Kabul dibantu koalisi internasional dipimpin Amerika menghadapi Taliban.

Faktanya, Taliban - pernah menguasai tiga perempat wilayah Afghanistan pada 1996 hingga 2001 - merupakan kekuatan politik sekaligus militer berpengaruh. Juru bicara Taliban Suhail Syahin mengatakan saat ini mereka sudah meguasai 85 persen wilayah Afghanistan.

Kenyataan itu pula membuat Taliban terlibat dalam proses dialog intra-Afghnaitsn masih berjalan terseok-terseok di Doha. Fakta ini juga membuat delegasi kantor politik Taliban dipimpin Mullah Baradar, wakil dari pemimpin Taliban Maulawi Hibatullah Akhundaza, dari Doha bisa bertemu para petinggi di negara-negara tetangga, termasuk Turkmenistan, Iran, dan terakhir diterima Menteri Luar Negeri sekaligus Penasihat Negara Cina Wang Yi di Ibu Kota Beijing.

Apalagi Taliban sekarang sudah berevolusi. Juru bicara Taliban Suhail Syahin menegaskan pemerintahan Islam akan mereka dirikan menghormati hak-hak perempuan. Mereka boleh bersekolah, bekerja, mengendarai sepeda motor, atau menyetir mobil asal berjilbab (tidak wajib bercadar).

Sila baca: We will allow Afghan girls and women to do anything they want as long as they wear hijab

Taliban menekankan pula tidak akan membiarkan semua pasukan asing atau milisi seperti Al-Qaidah dan ISKP (Negara Islam Provinsi Khorasan) merupakan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) cabang Afghanistan bercokol di negaranya. Taliban menggarisbawahi tidak boleh ada satu milisi pun menjadikan Aghanistan sebagai basis buat menyerang warga atau kepentingan negara asing di Afghanistan.

Taliban menyatakan pula akan menghormati pemeluk agama minoritas, seperti Sikh. Berbeda dengan ISIS, Taliban menganggap Syiah sebagai bagian dari Islam.

Sila baca: Majority of the Afghan people prefer an Islamic government

Pesawat kargo Iran mengangkut korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kota Kandahar pada 15 Oktober 2021 untuk dirawat di negara Mullah itu. (Albalad.co/Supplied)

Korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kandahar dirawat di Iran

Taliban mengumumkan Maulid Nabi Muhammad jatuh hari ini sebagai hari libur nasional. Sebuah keputusan pasti ditentang oleh ISKP.

Rula Ghani, istri dari mantan Presiden Asyraf Ghani, sedang berbelanja di sebuah toko di Bandar Udara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, sebelum terbang ke Amerika Serikat pada 29 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Istri eks Presiden Afghanistan Asyraf Ghani tinggalkan Abu Dhabi menuju Amerika

Asyraf Ghani lari bareng istri dan 50 kerabatnya ke UEA setelah Taliban merebut Kabul.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 





comments powered by Disqus