tajuk

Biarkan Taliban berkuasa dan Afghanistan berdaulat

Nihil intervensi asing inilah akan membuat Taliban leluasa bekerja untuk membuktikan komitmen mereka: Afghanistan ramah dan bersahabat meski di bawah kendali Taliban.  

16 Agustus 2021 11:11

Berkuasanya Taliban di Afghanistan sejak kemarin, setelah eks Presiden Asyraf Ghani kabur ke Oman tanpa mau menerima tawaran dialog dengan Taliban, menjadi penguji seberapa kuat komitmen komunitas internasional terhadap prinsip non-intervensi terhadap urusan dalam negeri sebuah negara, apalagi sampai menempatkan ribuan tentara bertahun-tahun di negara bersangkutan. 

Semua pihak harus sadar intervensi militer itu hanya bakal makin memperuncing, memperpanjang  perang saudara, dan makin membelah rakyat di sebuah negara. Banyak contoh sedang dan sudah terjadi. 

Intervensi militer dilakoni Arab Saudi di Yaman, Amerika Serikat di Afghanistan, Amerika, negara-negara Arab, dan Turki di Suriah, serta Amerika di Irak. 

Karena itu, biarkan Taliban memegang kendali kuasa dan Afghanistan menjadi negara berdaulat, bebas dari intervensi negara manapun. 

Taliban menjadi bukti rakyat Taliban Afghanistan muak dengan pemerintahan boneka sokongan Amerika. Tengok saja, Asyraf Ghani lari keluar negeri ketika Taliban menawarkan dialog agar pergantian kekuasaan berjalan damai. 

Sila baca:

Wajah baru Taliban

Belajar menerima Taliban 

Padahal, kalau mau, pasukan Taliban bisa menyerbu ke istana dan mengeksekusi Ghani. Tapi Taliban sekali lagi membuktikan mereka bukan teroris brutal dan tidak mau memaafkan musuhnya. 

Taliban bahkan sudah mengumumkan amnesti bagi semua orang pernah bekerja di pemerintahan di semua level, baik itu di sektor militer atau sipil. 

Larinya Ghani malah membuktikan dia pengkhianat dan sekadar pemimpin boneka ketika Amerika sebagai pelindungnya juga angkat kaki dari Afghanistan. 

Taliban sudah menegaskan berkali-kali, bakal membentuk pemerintahan Islam inklusif dan menghargai hak asasi manusia.

Taliban sudah membuktikan mereka pintar karena menutup intervensi asing dalam proses transisi sedang berlangsung. Sehingga tidak ada negara besar mampu mendikte siapa pantas menggantikan Asyraf Ghani dan seperti apa bentuk pemerintahan Afghanistan nantinya.

Jadi semua negara merasa merdeka dan berdaulat harus membiarkan Taliban berkuasa dan Afghanistan berdaulat. Sebab tidak ada prinsip dan hukum internasional membolehkan campur tangan langsung urusan dalam negeri sebuah negara, apalagi sampai intervensi militer. 

Nihil intervensi asing inilah akan membuat Taliban leluasa bekerja untuk membuktikan komitmen mereka: menjadikan Afghanistan ramah dan bersahabat meski di bawah kendali Taliban.  

 

Pesawat kargo Iran mengangkut korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kota Kandahar pada 15 Oktober 2021 untuk dirawat di negara Mullah itu. (Albalad.co/Supplied)

Korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kandahar dirawat di Iran

Taliban mengumumkan Maulid Nabi Muhammad jatuh hari ini sebagai hari libur nasional. Sebuah keputusan pasti ditentang oleh ISKP.

Rula Ghani, istri dari mantan Presiden Asyraf Ghani, sedang berbelanja di sebuah toko di Bandar Udara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, sebelum terbang ke Amerika Serikat pada 29 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Istri eks Presiden Afghanistan Asyraf Ghani tinggalkan Abu Dhabi menuju Amerika

Asyraf Ghani lari bareng istri dan 50 kerabatnya ke UEA setelah Taliban merebut Kabul.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 





comments powered by Disqus