palestina

Pengadilan Mesir tetapkan Hamas organisasi teroris

Putusan serupa keluar sebulan lalu terhadap Brigade Izzudin al-Qassam, sayap militer Hamas.

28 Februari 2015 15:51

Pengadilan Urusan Darurat Kairo, Mesir, hari ini menetapkan Hamas sebagai organisasi teroris. Mahkamah serupa sudah mengeluarkan keputusan sama bulan lalu terhadap Brigade Izzudin al-Qassam, sayap militer Hamas.

Surat kabar pemerintah Al-Ahram melaporkan putusan itu merupakan jawaban atas dua gugatan terpisah diajukan pengacara Samir Sabri dan Asyraf Said.

Lewat pernyataan tertulis dari Jalur Gaza, Hamas mengecam putusan itu dan menyebut sebagai noda terhadap reputasi Mesir. Kelompok bikinan mendiang Syekh Ahmad Yasin ini menilai vonis pengadilan Ibu Kota Kairo itu mengejutkan dan berbahaya.

Hamas menuding pengadilan Mesir menyasar rakyat Palestia dan faksi-faksi perlawanan mereka. "Putusan itu tidak bakal mempengaruhi gerakan Hamas dihormati semua bangsa dan pemimpin seluruh negara."

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri menganggap putusan ini telah menjadikan bangsa Palestina sebagai musuh Mesir dan Israel adalah kawan negeri Nil itu. Menurut dia, pengadlan Mesir berupaya menyalahkan kekuatan asing atas memburuknya situasi keamanan dalam negeri mereka.

Putusan Hamas sebagai organisasi teroris ini muncul sepekan setelah Al-Ahram menuduh Hamas bareng Al-Ikhwan al-Muslimun menyokong kelompok Islam radikal di Semenanjung Sinai buat menyerang polisi dan tentara Mesir.

Hubungan Hamas dan Mesir memburuk sehabis kudeta militer dipimpin Jenderal Abdil Fatah as-Sisi menumbangkan Presiden Muhammad Mursi awal Juli 2013.

Presiden Palestina Mahmud Abbas bertemu Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, November 2017. (Wafa)

Abbas akan jadi calon presiden dari Fatah

Pemilihan legislatif terakhir digelar di 25 Januari 2006 dan dimenangkan oleh Hamas.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Libanon pada 6 September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Pemimpin Hamas diprediksi menang dalam pemilihan presiden Palestina

Hamas menang dalam pemilihan legislatif pada Januari 2006. Tapi pemerintahan dipimpin Perdana Menteri Haniyah bubar di Juni 2007.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Libanon pada awal September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas setuju dialog nasional dan tiga pemilihan umum digelar berurutan

Palestina menggelar pemilihan umum parlemen terakhir kali pada Januari 2006 dan dimenangkan Hamas namun Amerika Serikat, Israel, dan Fatah tidak mengakui hasil itu.

Warga Gaza mencoret poster mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani dipasang di jalan di Gaza. (Twitter)

Warga Gaza turunkan poster mendiang Qasim Sulaimani dipasang Hamas

Pemimpin pasukan elite Iran itu tewas oleh serangan pesawat nirawak Amerika Serikat pada 3 Januari tahun ini di luar Bandar Udara Internasional Baghdad.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Legenda Palestina dalam penjara

Jika Abbas tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden, 37 persen rakyat Palestina menganggap Barghuti cocok sebagai pengganti dan 23 persen memilih Haniyah.

24 Januari 2021

TERSOHOR