palestina

Pejabat Gedung Putih sebut penjajahan atas Palestina mesti berakhir

Menurut McDonough, berdirinya negara Palestina bisa menjamin rakyat Israel hidup aman dan normal.

24 Maret 2015 00:08

Kepala Staf Gedung Putih Denis McDonough kemarin mnegaskan penjajahan Israel atas Palestina mesti dihentikan.

"Sebuah penjajahan telah berlangsung hampir setengah abad harus berakhir," kata McDonough di depan tiga ribu orang hadir dalam konferensi nasional J-Street, kelompok pelobi Washington menyebut diri mereka pro-Israel tapi menyokong berdirinya negara Palestina. "Israel tidak boleh mempertahankan kontrol militer atas bangsa lain tanpa batas waktu."

Komentar McDonough ini sekaligus menanggapi pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam kampanye pemilihan umum pertengahan bulan ini. Untuk meraih simpati pemilih, pemimpin Partai Likud - menang dengan 30 kursi di Knesset (parlemen Israel) - ini menyatakan jika dia menjadi perdana menteri lagi tidak akan pernah ada negara Palestina.

Sikap Netanyahu itu menimbulkan keraguan banyak pihak soal peluang perdamaian Palestina-Israel. Apalagi Amerika Serikat merupakan sekutu istimewa negara Zionis ini sudah menyatakan negara Palestina merdeka dan berdaulat hanya boleh berdiri lewat perundingan antara kedua pihak berseteru.

Menurut McDonough, solusi dua negara bakal menjadikan Israel aman dan hidup normal. Di lain pihak, Palestina memperoleh hak mereka untuk menjadi bangsa berdaulat dan bermartabat. "Anak-anak Palestina memiliki hak sama buat hidup bebas di tanah air mereka seperti anak-anak Israel di negara mereka," ujarnya.

Mansur asy-Syahatit, lelaki Palestina asal Kota Hebron, Tepi Barat, dibebaskan dari penjara Israel pada 8 April 2021. (Albalad.co)

Setelah 17 tahun mendekam dalam penjara Israel, lelaki Palestina ini jadi amnesia

Bahkan ketika ibunya menjemput Mansur di depan penjara, dia tidak memeluk atau menyapa sang ibu.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki saat jumpa pers pada 22 September 2020. (WAFA)

Israel cabut kartu VIP menteri luar negeri Palestina sepulangnya dari ICC

Shin Beth memeriksa Maliki selama setengah jam dan anggota rombongan sekitar sejam di perlintasan Allenby.

Ibrahim dan Muhammad Aghbariah berpose bareng orang tua mereka sebelum ditahan Israel pada Februari 1992. (The Palestinian Information Centre)

Dua warga Palestina sudah 30 tahun huni penjara Israel

Meski tinggal dalam penjara, Ibrahim serta Muhammad mampu menyelesaikan kuliahnya hingga meraih gelar magister. Mereka juga telah menulis sejumah buku dari dalam tahanan.

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Profesor asal Israel sebut negaranya rezim kolonial dan apartheid

"Israel akan selalu memandang orang-orang Palestina sebagai alien dan ganjalan untuk membangun negara Yahudi sejahtera di sebagian besar wilayah Palestina," kata Pappe.





comments powered by Disqus