palestina

Palestina pinjam US$ 100 juta dari Qatar buat bayar gaji pegawai

Israel menolak mentransfer hasil pungutan pajak itu lantaran Palestina bergabung dengan ICC.

09 April 2015 05:37

Presiden Palestina Mahmud Abbas kemarin bilang pihaknya telah menerima pinjaman US$ 100 juta dari Qatar buat membayar gaji pegawai negeri dan meringankan krisis ekonomi akibat Israel tidak mengirim penerimaan pajak menjadi hak Palestina.

Abbas, tengah melawat ke negara Arab superkaya di Teluk Persia itu, menyampaikan terima kasih lewat pernyataan tertulis. Sejauh ini belum ada komentar dari para pejabat Qatar soal pinjaman fulus kepada Palestina ini.

Israel, memungut pajak atas nama Palestina, menolak mentransfer hasil pungutan US$ 130 juta sebulan Januari lalu setelah Palestina bergabung dengan ICC (Mahkamah Kejahatan Internasional).

Keanggotaan Palestina di ICC mulai berlaku 1 April 2015. Status ini memungkinkan Palestina mengajukan gugatan kejahatan perang dilakoni Israel telah menjajah mereka lebih dari setengah abad.

Lantaran mendapat kritikan dari sekutu mereka di pihak Barat, Israel mengirim sebagian pendapatan pajak itu buat Palestina. Mereka beralasan sebagian lagi dipakai buat membayar tagihan listrik, air, dan kesehatan dipakai pemerintah Palestina.

Abbas menolak kiriman jumlahnya cuma sepertiga itu. Dia mengancam membawa kasus ini ke ICC.

Foto Marwan Barghuti. (Qassam Barghuti buat Albalad.co)

Legenda Palestina dalam penjara

Jika Abbas tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden, 37 persen rakyat Palestina menganggap Barghuti cocok sebagai pengganti dan 23 persen memilih Haniyah.

Kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem. (Lobe Log)

Biden tidak akan pindahkan Kedutaan Amerika dari Yerusalem

Saat ini hanya Amerika dan Guatemala membuka kedutaan di Yerusalem. 

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mayoritas rakyat Palestina yakin tidak akan ada negara Palestina

Sekitar 48 persen warga Palestina mendukung perlawanan bersenjata dan Intifadah dalam menghadapi penjajah Israel.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Surat kabar Kuwait minta maaf karena pakai kata 'Israel' bukan 'Zionis'

Manajemen Al-Qabas menekankan akan terus membela bangsa Palestina di media hingga huruf penghabisan.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Legenda Palestina dalam penjara

Jika Abbas tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden, 37 persen rakyat Palestina menganggap Barghuti cocok sebagai pengganti dan 23 persen memilih Haniyah.

24 Januari 2021

TERSOHOR