palestina

Mobil Palestina dibolehkan masuk Israel

Ini kebijakan pertama dalam 15 tahun.

15 April 2015 01:26

Untuk pertama kali dalam 15 tahun, sejak pecah intifadah kedua, militer Israel bakal membolehkan mobil berpelat Palestina memasuki wilayah negara Zionis itu.

Dalam wawancara dengan situs berita Palestina Maan, kepala COGAT (Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah Pendudukan) Mayor Jenderal Yoav Mordechai mengatakan izin akan diberikan bagi lebih dari seratus dokter asal Bethlehem dan Hebron buat memasuki Yerusalem untuk bekerja di rumah-rumah sakit setempat.

"Ini merupakan sebuah langkah penting untuk membantu dokter-dokter menyelesaikan misi menyelamatkan hidup orang lain," ujar Brigadir Jenderal David Menachem, kepala administrasi sipil, bagian dari militer Israel bertanggung jawab atas urusan sipil di Tepi Barat. "Keberhasilan dari kebijakan ini akan dinilai berdasarkan perkembangan situasi keamanan."

Mordechai menambahkan kebijakan serupa nantinya bakal berlaku buat para pengusaha Palestina.

Langkah Israel mengizinkan mobil Palestina memasuki negara itu menyusul sejumlah kelonggaran sudah diterapkan Israel bagi penduduk Palestina di Tepi Barat. COGAT bulan lalu mengumumkan lelaki Palestina berusia 55 tahun ke atas boleh ke Israel tanpa izin.

Menurut COGAT, 174.416 warga Palestina saat ini memiliki izin memasuki Israel, namun tidak bisa membawa mobil sendiri.

Kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem. (Lobe Log)

Biden tidak akan pindahkan Kedutaan Amerika dari Yerusalem

Saat ini hanya Amerika dan Guatemala membuka kedutaan di Yerusalem. 

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mayoritas rakyat Palestina yakin tidak akan ada negara Palestina

Sekitar 48 persen warga Palestina mendukung perlawanan bersenjata dan Intifadah dalam menghadapi penjajah Israel.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Surat kabar Kuwait minta maaf karena pakai kata 'Israel' bukan 'Zionis'

Manajemen Al-Qabas menekankan akan terus membela bangsa Palestina di media hingga huruf penghabisan.

Serdadu Israel tidak membalas lemparan bom molotov yang dilakukan oleh seorang lelaki Palestina. Kejadian ini berlangsung pada 19 Desember 2020 di permukiman Yahudi Kadumim, Tepi Barat, Palestina. (Video screenshot)

Serdadu Israel tidak membalas meski dilempar bom molotov oleh lelaki Palestina

Lelaki Palestina ini langsung kabur ke mobilnya. Sedangkan tentara Israel menjadi sasaran molotov membiarkan pelaku.





comments powered by Disqus