palestina

Pemerintahan Palestina akan bubar dalam 24 jam

Mereka beralasan tidak dapat bekerja di Gaza.

17 Juni 2015 02:09

Presiden Palestina Mahmud Abbas kemarin mengumumkan pemerintahan Palestina berpusat di Kota Ramallah, Tepi Barat, akan bubar dalam 24 jam, kata sejumlah pejabat senior Fatah kepada kantor berita AFP.

"Dalam 24 jam pemerintah Palestina akan berhenti," kata Abbas kepada anggota Dewan Revolusi Fatah di Ramallah, menurut beberapa pejabat hadir dalam pertemuan itu.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Revolusi Fatah Amin Maqbul sudah memperingatkan hal serupa. "Pemerintah akan mundur dalam 24 jam karena tidak akan ada kesempatan Hamas membiarkan mereka bekerja di Gaza," ujarnya.

Namun juru bicara pemerintah Ihab Basaiso mengaku tidak mengetahui soal pengumuman penting ini. "Kami menggelar rapat hari ini dan kami tidak membahas masalah itu," tuturnya kepada AFP.

Konflik Hamas dan Fatah memang sudah berakar sejak kedua faksi terbesar itu didirikan. Pemerintahan bersama mereka bubar pada 2007 berakibat pada blokade atas wilayah Jalur Gaza.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Libanon pada 6 September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Pemimpin Hamas diprediksi menang dalam pemilihan presiden Palestina

Hamas menang dalam pemilihan legislatif pada Januari 2006. Tapi pemerintahan dipimpin Perdana Menteri Haniyah bubar di Juni 2007.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Libanon pada awal September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas setuju dialog nasional dan tiga pemilihan umum digelar berurutan

Palestina menggelar pemilihan umum parlemen terakhir kali pada Januari 2006 dan dimenangkan Hamas namun Amerika Serikat, Israel, dan Fatah tidak mengakui hasil itu.

Warga Gaza mencoret poster mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani dipasang di jalan di Gaza. (Twitter)

Warga Gaza turunkan poster mendiang Qasim Sulaimani dipasang Hamas

Pemimpin pasukan elite Iran itu tewas oleh serangan pesawat nirawak Amerika Serikat pada 3 Januari tahun ini di luar Bandar Udara Internasional Baghdad.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, November 2013. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Sudan cabut kewarganegaraan pemimpin Hamas

Di era Umar al-Basyir, Hamas memakai Sudan sebagai basis untuk mengirim persenjataan dari Iran ke Jalur Gaza.   





comments powered by Disqus