palestina

Pemerintahan Palestina akan bubar dalam 24 jam

Mereka beralasan tidak dapat bekerja di Gaza.

17 Juni 2015 02:09

Presiden Palestina Mahmud Abbas kemarin mengumumkan pemerintahan Palestina berpusat di Kota Ramallah, Tepi Barat, akan bubar dalam 24 jam, kata sejumlah pejabat senior Fatah kepada kantor berita AFP.

"Dalam 24 jam pemerintah Palestina akan berhenti," kata Abbas kepada anggota Dewan Revolusi Fatah di Ramallah, menurut beberapa pejabat hadir dalam pertemuan itu.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Revolusi Fatah Amin Maqbul sudah memperingatkan hal serupa. "Pemerintah akan mundur dalam 24 jam karena tidak akan ada kesempatan Hamas membiarkan mereka bekerja di Gaza," ujarnya.

Namun juru bicara pemerintah Ihab Basaiso mengaku tidak mengetahui soal pengumuman penting ini. "Kami menggelar rapat hari ini dan kami tidak membahas masalah itu," tuturnya kepada AFP.

Konflik Hamas dan Fatah memang sudah berakar sejak kedua faksi terbesar itu didirikan. Pemerintahan bersama mereka bubar pada 2007 berakibat pada blokade atas wilayah Jalur Gaza.

Kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi Muhammad Saleh al-Khudari. (Screengrab)

Saudi bebaskan pemimpin Hamas dari penjara

Penangkapan Khudari bagian dari gelombang pembekukan terhadap 68 warga Palestina dan Yordania menjadi pendukung Hamas di negara Kabah itu. 

Umar Barghuti, pejabat senior Hamas di Tepi Barat, meninggal pada 25 Maret 2021 karena terinfeksi virus Covid-19. (Shehab News)

Dua pejabat senior Hamas di Tepi Barat meninggal karena Covid-19

Kematian Umar Barghuti dan Adnan Abu Tabanah berlangsung saat Palestina baru mulai program vaksinasi Covid-19 pekan ini.

Kepala Biro Politik Hamas di Jalur Gaza (duduk dan di tengah) berpose bareng 19 anggota lainnya. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas sudah rampungkan pemilihan internal di Gaza

Untuk pertama kali sepanjang sejarah, Hamas memilih dua perempuan sebagai anggota Biro Politik di Gaza.





comments powered by Disqus