palestina

Bendera Palestina berkibar di markas PBB untuk pertama kali

Amerika Serikat bersama Israel mengecam pengibaran bendera Palestina itu. Kedua sekutu istimewa ini menuding langkah PBB itu bukan untuk menciptakan perdamaian.

01 Oktober 2015 09:09

Untuk pertama kali bendera Palestina kemarin berkibar di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kota New York, Amerika Serikat. Peristiwa sejarah itu berlangsung pada pukul 01:15 siang.

"Dalam peristiwa bersejarah ini, saya menyatakan kepada rakyat saya di mana saja: kibarkan bendera Palestina sangat tinggi karena itu lambang identitas kita," kata Presiden Palestina Mahmud Abbas. "Ini hari membanggakan."

Amerika Serikat bersama Israel mengecam pengibaran bendera Palestina itu. Kedua sekutu istimewa ini menuding langkah PBB itu bukan untuk menciptakan perdamaian.

Saat pemungutan suara di Sidang Majelis Umum PBB 10 September lalu, delapan negara, termasuk Amerika, Israel, dan Australia, menolak rancangan resolusi buat mengibarkan bendera Palestina dan Vatikan - kedua negara ini berstatus sebagai peninjau - di semua kantor PBB. Resolusi itu disahkan 119 negara dan 45 lainnya abstain.

Bagi bangsa Palestina, ini merupakan keberhasilan kedua dalam diplomasi di panggung internasional. PBB tiga tahun lalu mengakui Palestina sebagai negara.

Ketua Komite Hubungan Luar negeri dan Pertahanan Nasional Kongres Brasil Eduardo Bolsonaro berpose bareng Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istri, Sara Netanyahu sebelum peresmian kantor dagang Brasil di yerusalem, 15 Desember 2019, (Twitter/@IsraeliPM)

Brasil buka kantor dagang di Yerusalem

Brasil berkomitmen memindahkan kedutaannya ke Yerusalem tahun depan.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Israel setujui pembangunan Kedutaan Amerika di Yerusalem

Berlokasi dalam wilayah antara Yerusalem Barat dan perbatasan Israel pada 1948.

Polisi Israrl menangkap perempuan Palestina bernama Muntaha Amara saat sedang salat di Masjid Al-Aqsa. (Screencapture)

Polisi Israel tangkap perempuan Palestina ketika sedang bersujud di Al-Aqsa

Israel sudah berkali-kali menangkap Muntaha saat sedang salat di Al-Aqsa. Negara Bintang Daud ini juga pernah melarang dia memasuki Al-Aqsa.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.





comments powered by Disqus