palestina

Intifadah ketiga telah bergulir

Pemimpin Hamas Ismail Haniyah mengumumkan permulaan intifadah ketiga sehabis salat Jumat kemarin.

10 Oktober 2015 13:36

Bagi rakyat Palestina, intifadah adalah sebuah keniscayaan. Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal mengisyaratkan hal itu dua tahun lalu.

"Intifadah ketiga juga bakal meletup pada waktunya," kata Misyaal kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co November 2013 dalam wawancara khusus di sebuah kamar lantai 37 Hotel PNB Darby Park, Kuala Lumpur, Malaysia. "Rakyat Palestina tahu kapan waktu pas buat memulai intifadah ketiga."

Dan waktu cocok itu sudah diumumkan pemimpin Hamas di Jalur Gaza Ismail Haniyah sehabis salat Jumat kemarin. "Kami menyerukan buat memperkuat dan meningkatkan intifadah," katanya. "Itu satu-satunya jalan menuju pembebasan Palestina."

Intifadah berarti perlawanan oleh rakyat di seantero Gaza dan Tepi Barat menghadapi penjajah Israel. Sebelumnya sudah terjadi dua kali intifadah.

Intifadah pertama berlaku pada Desember 1987 hingga Perjanjian Oslo diteken pada 1993. Di permulaan intifadah perdana inilah Hamas dibentuk.

Intifadah kedua dipicu kunjungan Perdana Menteri Ariel Sharon ke Masjid Al-Aqsa 15 tahun lalu. Kali ini berakhir dengan penarikan pasukan Israel dan para pemukim Yahudi dari Gaza pada 2005.

Seperti intifadah kedua, intifadah terbaru sudah diresmikan Haniyah juga dimulai dari lawatan kaum Yahudi ke Al-Aqsa.

Rute menuju intifadah ketiga

1 Oktober 2015, Beit Furik Sepasang suami istri ditembak mati

3 Oktober 2015, Yerusalem Dua warga Israel tewas ditusuk dan pelakunya, orang Palestina, ditembak mati di tempat

4 Oktober 2015, Tulkarim Seorang warga Palestian tewas dalam bentrokan

5 Oktober 2015, Bethlehem Penembak jitu Israel menembak mati bocah Palestina berumur 13 tahun

7 Oktober 2015, Kiryat Gat Seorang warga Palestina terbunuh setelah menusuk satu tentara Israel

8 Oktober 2015, Tel Aviv Seorang warga Palestina tewas ditembak setelah menyerang sejumlah orang Israel memakai obeng

8 Oktober 2015, Syuafat Satu warga palestina meninggal dalam bentrokan dengan pasukan Israel

9 Oktober 2015, Nahel Auz Enam orang palestina ditembak mati dalam protes dekat perbatasan Gaza-Israel

9 Oktober 2015, Kiryat Arba Polisi Israel menembak mati satu orang Palestina menusuk dia

Pemimpin senior Hamas Muhammad Saleh al-Khoudari, 81 tahun, ditahan di Arab Saudi sejak April 2019. (Screengrab)

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Honduras berencana pindahkan kedutaan ke Yerusalem bulan depan

Baru dua negara memindahkan kedutaan mereka dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem, yakni Amerika Serikat dan Guatemala pada Mei tahun lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi tangkapi warga Palestina karena dukung Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Nauru akui Yerusalem ibu kota Israel

Rusia dan Australia mengakui hanya Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

11 September 2019

TERSOHOR