palestina

Pelapor khusus PBB salahkan Israel atas pecahnya intifadah ketiga

"Penggunaan kekuatan berlebihan melanggar hak asasi manusia orang Palestina hanya akan memperburuk situasi," kata Makarim Wibisono.

17 Oktober 2015 19:03

Makarim Wibisono, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa soal situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina sejak 1967, menyalahkan Israel atas kian meluasnya kekerasan di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Dia meminta Israel menghormati hak rakyat Palestina untuk hidup dan keamanan. "Pasukan keamanan Israel harus mematuhi standar internasional soal penggunaan kekuatan," kata Makarim dalam pernyataan tertulis diterima Albalad.co hari ini. "Penggunaan kekuatan berlebihan melanggar hak asasi manusia orang Palestina hanya akan memperburuk situasi."

Dimulai dari serbuan Israel berkali-kali ke Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam di Yerusalem, kekerasan meluas ke seluruh Tepi Barat. Hingga akhirnya sepasang suami istri warga Israel ditembak mati awal bulan ini.

Bentrokan terus memuncak, sampai akhirnya pemimpin Hamas Ismail Haniyah sehabis salat Jumat pekan lalu mengumumkan intifadah ketiga telah dimulai. Sampai saat ini korban tewas dari pihak Palestina 37 orang dan lebih dari seratus lainnya luka.

Makarim benar-benar prihatin terhadap tindakan tentara Israel karena mereka lebih memilih menembak mati orang Palestina telah menyerang warga Israel ketimbang menangkap untuk diadili secara hukum. Dia juga mendesak Israel menghentikan hukuman kolektif dengan memblokade permukiman sejumlah warga Palestina di Yerusalem Timur.

Diplomat asal Indonesia ini mengungkapkan sudah menyurati pemerintah Israel untuk meminta akses ke Tepi Barat dan Jalur Gaza buat melihat secara langsung situasi di lapangan. Permintaan serupa sebelumnya tidak ditanggapi. "Menghormati hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional merupakan langkah penting pertama dalam menangani konflik Palestina-Israel," kata Makarim, ditunjuk sebagai pelapor khusus PBB tahun lalu.

Pabrik roti milik Abu Nasir Abu Sunainah di Kota Tua Yerusalem Timur telah beroperasi lebih dari 60 tahun. (Quds News Network)

Israel tutup pabrik roti karena bagikan kue kepada jamaah salat subuh di Al-Aqsa

Pabrik roti di Kota Tua, Yerusalem Timur, itu sudah beroperasi lebih dari 60 tahun.

Kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi, Muhammad al-Khoudari, ditangkap bareng anaknya, Hani, di Saudi pada April 2019. (Screengrab)

Arab Saudi kembali tangkapi warga Palestina

Pada Februari 2019, Saudi menangkap 12 warga Palestina. Dua bulan kemudian, lusinan pengusaha, akademisi, dan mahasiswa Palestina dibekuk.

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

MUI: Yerusalem bukan ibu kota Israel

Proposal Trump itu sejalan dengan klaim sepihak Israel melalui Hukum Dasar Yerusalem, disahkan Knesset empat dasawarsa lalu.

Seorang tentara Israel terkena lemparan bom molotov dari warga Palestina dalam bentrokan di Kota Hebron, Tepi Barat, 3 Februari 2020. (Human Rights Defender)

OKI tolak proposal damai trump

OKI menyerukan kepada semua negara anggotanya untuk tidak terlibat atau bekerjasama dengan pemerintah Amerika buat melaksanakan proposal damai Trump itu dalam beragam cara.





comments powered by Disqus