palestina

Kisah konyol Holocaust rekaan Netanyahu

"Lantas apa yang mesti saya lakukan terhadap mereka?" tanya Hitler. "Bakar mereka," jawab Amin al-Husaini, menurut Netanyahu.

23 Oktober 2015 17:15

Pidato serupa pernah dia sampaikan di hadapan anggota Knesset (parlemen Israel) pada 2012. Dia bilang mufti Palestina Haji Amin al-Husaini adalah arsitek Holocaut atau tragedi pembantaian enam juta orang Yahudi oleh pasukan Nazi Jerman semasa Perang Dunia Kedua.

Tapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak kapok. Dia mengulangi lagi kisah rekaan kontroversialnya itu Selasa lalu, saat berpidato di acara Kongres Zionis Dunia berlangsung di Kota Yerusalem.

Bibi, sapaan karib Netanyahu, bercerita Amin al-Husaini menyampaikan ide membasmi bangsa Yahudi di Eropa itu saat bertemu pemimpin Nazi Adolf Hitler pada November 1941. "Hitler sebenarnya tidak mau membunuhi orang Yahudi waktu itu. Dia hanya ingin mengusir mereka," klaim Bibi.

Namun, lanjut Bibi, Amin al-Husaini mengatakan, "Bila Anda mengusir mereka, mereka semua akan datang ke sini (Palestina)."

"Lantas apa yang mesti saya lakukan terhadap mereka?" tanya Hitler. "Bakar mereka," jawab Amin al-Husaini, menurut Netanyahu.

Pejabat senior Palestina Saeb Erekat menilai komentar Netanyahu itu sebagai pembebasan Hitler dari tanggung jawab.

Para ahli sejarah juga meragukan cerita khayalan Netanyahu itu. Profesor Dan Michman, Kepala Institut Riset Holocaust di Universitas Bar-Ilan, mengatakan pertemuan Hitler dengan Amin al-Husaini itu berlangsung setelah proses pembantaian kaum Yahudi sudah dimulai.

Profesor Dina Porat, kepala sejarawan Yad Vashem, museum Holocaust di Yerusalem, menegaskan klaim Netanyahu ini keliru. "Pertemuan mereka terjadi setelah serangkaian peristiwa ke arah pembantaian sudah bergulir."

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tujuh anggota Kongres ajukan resolusi agar Amerika akui Nakbah

"Kita harus mengakui kemanusiaan Palestina diabaikan ketika orang-orang menolak mengakui kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia terjadi dalam sistem aparthei Israel," ujar Rashida.

Walid asy-Syarif, pemuda Palestina luka parah dalam bentrokan dengan polisi Israel di pelataran Masjid Al-Aqsa saat Jumat ketiga Ramadan lalu, pada 14 Mei 2022 wafat. (Shehab Agency)

Pemuda Palestina luka parah dalam bentrokan di Al-Aqsa saat Ramadan akhirnya wafat

Bentrokan kerap meletup di Al-Aqsa selama Ramadan tahun ini gegara Israel mengizinkan ratusan peziarah Yahudi berkunjung ke sana.

Sersan Mayor Noam Raz, polisi antiteror Israel tewas dalam baku tembak pada 13 Mei 2022 di Provinsi Jenin, Tepi Barat, Palestina. (Albalad.co/Supplied)

Satu polisi Israel tewas dalam baku tembak di Jenin

Korban meninggal itu adalah Sersan Mayor Noam Raz.

Seorang anggota milisi Palestina pada 12 Mei 2022 menengok lokasi tewasnya wartawan Al-Jazeera Syirin Abu Aqilah ditembak oleh tentara Israel sehari sebelumnya. (Shehab Agency)

Palestina tolak tawaran penyelidikan bareng Israel atas kematian wartawan Al-Jazeera

Syirin tewas kemarin dengan luka tembak di bawah telinga oleh peluru berkaliber 5,56 milimeter dari senapan serbu M-16, banyak digunakan oleh pasukan Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

kota gaza 2 3

Tujuh anggota Kongres ajukan resolusi agar Amerika akui Nakbah

"Kita harus mengakui kemanusiaan Palestina diabaikan ketika orang-orang menolak mengakui kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia terjadi dalam sistem aparthei Israel," ujar Rashida.

17 Mei 2022

TERSOHOR