palestina

Kisah konyol Holocaust rekaan Netanyahu

"Lantas apa yang mesti saya lakukan terhadap mereka?" tanya Hitler. "Bakar mereka," jawab Amin al-Husaini, menurut Netanyahu.

24 Oktober 2015 00:15

Pidato serupa pernah dia sampaikan di hadapan anggota Knesset (parlemen Israel) pada 2012. Dia bilang mufti Palestina Haji Amin al-Husaini adalah arsitek Holocaut atau tragedi pembantaian enam juta orang Yahudi oleh pasukan Nazi Jerman semasa Perang Dunia Kedua.

Tapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak kapok. Dia mengulangi lagi kisah rekaan kontroversialnya itu Selasa lalu, saat berpidato di acara Kongres Zionis Dunia berlangsung di Kota Yerusalem.

Bibi, sapaan karib Netanyahu, bercerita Amin al-Husaini menyampaikan ide membasmi bangsa Yahudi di Eropa itu saat bertemu pemimpin Nazi Adolf Hitler pada November 1941. "Hitler sebenarnya tidak mau membunuhi orang Yahudi waktu itu. Dia hanya ingin mengusir mereka," klaim Bibi.

Namun, lanjut Bibi, Amin al-Husaini mengatakan, "Bila Anda mengusir mereka, mereka semua akan datang ke sini (Palestina)."

"Lantas apa yang mesti saya lakukan terhadap mereka?" tanya Hitler. "Bakar mereka," jawab Amin al-Husaini, menurut Netanyahu.

Pejabat senior Palestina Saeb Erekat menilai komentar Netanyahu itu sebagai pembebasan Hitler dari tanggung jawab.

Para ahli sejarah juga meragukan cerita khayalan Netanyahu itu. Profesor Dan Michman, Kepala Institut Riset Holocaust di Universitas Bar-Ilan, mengatakan pertemuan Hitler dengan Amin al-Husaini itu berlangsung setelah proses pembantaian kaum Yahudi sudah dimulai.

Profesor Dina Porat, kepala sejarawan Yad Vashem, museum Holocaust di Yerusalem, menegaskan klaim Netanyahu ini keliru. "Pertemuan mereka terjadi setelah serangkaian peristiwa ke arah pembantaian sudah bergulir."

Pemimpin senior Hamas Muhammad Saleh al-Khoudari, 81 tahun, ditahan di Arab Saudi sejak April 2019. (Screengrab)

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Honduras berencana pindahkan kedutaan ke Yerusalem bulan depan

Baru dua negara memindahkan kedutaan mereka dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem, yakni Amerika Serikat dan Guatemala pada Mei tahun lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi tangkapi warga Palestina karena dukung Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Nauru akui Yerusalem ibu kota Israel

Rusia dan Australia mengakui hanya Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

11 September 2019

TERSOHOR