palestina

Jakarta jadi tuan rumah konferensi internasional soal Yerusalem

Pelaksanaan konferensi kali ini sangat tepat waktunya terkait beragam konflik tengah membelit Timur Tengah. Sehingga masalah Palestina tidak terlupakan.

08 Desember 2015 04:24

Indonesia menerima tawaran dari Komite Palestina Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional membahas Yerusalem. Pertemuan ini bakal digelar di Jakarta Senin-Selasa pekan depan.

Indonesia merupakan salah satu dari 25 anggota Komite Palestina PBB. Komite ini juga memiliki 24 negara peninjau.

Dalam jumpa pers di kantor PBB di Jakarta hari ini, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib menjelaskan konferensi kali ini merupakan yang kedua setelah tahun lalu dilangsungkan di Turki. Konferensi tahun ini bakal membahas situasi terkini di Yerusalem dan masa depan dari kota tiga agama itu: Islam, Yahudi, dan Nasrani.

Hasan bilang konferensi ini akan dihadiri para pejabat senior, pakar dari Palestina dan Israel, akademisi, lembaga nirlaba, perwakilan dari PBB dan OKI (Organisasi Konferensi Islam).

Dia menegaskan pelaksanaan konferensi kali ini sangat tepat waktunya terkait beragam konflik tengah membelit Timur Tengah. Sehingga masalah Palestina tidak terlupakan. "(Konferensi) ini akan tetap menempatkan Palestina sebagai isu global," kata Hasan.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mahdawi mengatakan konferensi ini penting untuk menjelaskan kepada rakyat Indonesia mengenai masalah Palestina secara rinci. Sebab, kata dia, banyak warga Indonesia masih salah mengira soal isu Palestina. "Yerusalem bukan sekadar masalah Palestina-Israel. Persoalan Yerusalem lebih luas dari itu, ini kota suci bagi tiga agama" ujarnya.

Sesuai resolusi PBB, status Yerusalem berada di bawah kontrol PBB. Namun setelah menang dalam Perang Enam Hari 1967, negara Zionis ini mencaplok Yerusalem. Lewat Hukum Dasar Yerusalem disahkan Knesset (parlemen Israel) pada 1980, Israel menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina.

Palestina mengimpikan sebuah negara merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Namun prinsip dianut Fatah ini belum diterima Hamas. Bagi kelompok bikinan Syekh Ahmad Yasin itu, wilayah Palestina meliputi Tepi Barat, Jalur Gaza, dan negara Israel sekarang.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. (Lobe Log)

Israel sarankan Amerika buka konsulat untuk Palestina di Ramallah

"Tidak ada tempat bagi konsulat Amerika melayani Palestina di Yerusalem," ujar Bennett. "Yerusalem adalah ibu kota Israel saja."

Paspor baru Inggris milik Ayelet Balaban, warga Israel, menyebut Yerusalem sebagai wilayah Palestina jajahan Israel. (Courtesy)

Inggris akui Yerusalem sebagai wilayah Palestina jajahan Israel

Menurut Ayelet, abangnya dua tahun lalu juga memperpanjang paspor Inggrisnya, tapi tempat kelahirannya masih ditulis Yerusalem.

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem versi proposal damai Trump

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.





comments powered by Disqus