palestina

Kecewa dengan sikap Israel, Makarim mundur sebagai pelapor khusus PBB

Israel selama ini menolak mengizinkan tiap pelapor khusus PBB mengunjungi Jalur Gaza dan Tepi Barat buat mencari fakta di lapangan.

04 Januari 2016 17:00

Makarim Wibisono hari ini mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas situasi hak asasi manusia di Palestina kepada presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Pengunduran ini berlaku mulai 31 Maret mendatang.

"Saya kecewa dengan sikap Israel karena tidak mau bekerja sama," kata Makarim saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya beberapa waktu lalu. "Saya tidak pernah dikasih izin untuk masuk ke Jalur Gaza atau Tepi Barat."

Makarim menerima mandat itu Juni 2014 dan dia merupakan pelapor khusus PBB keenam. Namun selama itu pula Israel selalu menolak memberi akses bagi setiap pelapor khusus PBB untuk mencari fakta langsung di lapangan.

Makarim menjelaskan dia sudah berkali-kali meminta akses kepada negara Zionis itu untuk mengunjungi Tepi Barat dan Jalur Gaza, baik lewat lisan atau surat, namun tidak berhasil. Terakhir kali dia mengajukan permohonan itu Oktober dan Desember 2015.

"Sayangnya, tiap usaha saya untuk meningkatkan kehidupan rakyat Palestina menjadi korban pelanggaran hak asasi di bawah penjajahan Israel gagal," ujarnya dalam siaran pers diterima Albalad.co hari ini.

Ketua Komite Hubungan Luar negeri dan Pertahanan Nasional Kongres Brasil Eduardo Bolsonaro berpose bareng Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istri, Sara Netanyahu sebelum peresmian kantor dagang Brasil di yerusalem, 15 Desember 2019, (Twitter/@IsraeliPM)

Brasil buka kantor dagang di Yerusalem

Brasil berkomitmen memindahkan kedutaannya ke Yerusalem tahun depan.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Israel setujui pembangunan Kedutaan Amerika di Yerusalem

Berlokasi dalam wilayah antara Yerusalem Barat dan perbatasan Israel pada 1948.

Polisi Israrl menangkap perempuan Palestina bernama Muntaha Amara saat sedang salat di Masjid Al-Aqsa. (Screencapture)

Polisi Israel tangkap perempuan Palestina ketika sedang bersujud di Al-Aqsa

Israel sudah berkali-kali menangkap Muntaha saat sedang salat di Al-Aqsa. Negara Bintang Daud ini juga pernah melarang dia memasuki Al-Aqsa.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.





comments powered by Disqus