palestina

Demam anjing di Gaza

Harga satu anjing di Gaza antara US$ 500 hingga US$ 1 ribu.

08 Februari 2016 00:07

Taman Al-Kutaiba di Kota Gaza - biasa dipakai warga Gaza buat pelesiran saban akhir pekan - Jumat pekan lalu berubah menjadi pameran anjing. Lusinan peternak dan pecinta anjing membawa hewan peliharaan mereka.

Acara kumpul-kumpul perdana para penyayang anjing ini diselenggarakan oleh kelompok bernama 'German Shepherds in Gaza', hanya aktif di Facebook. Salah satu anggota panitia bilang acara itu bersifat spontan dan tidak berkoordinasi dengan otoritas setempat.

"Yang datang jauh lebih banyak dibanding kami kira," katanya. "Banyak juga datang dengan anjing-anjing langka, termasuk sebagian anjing asal Israel dan dari Mesir dibawa masuk ke Gaza lewat terowongan."

Penduduk setempat kaget menyaksikan banyak orang membawa anjing ke Kutaiba Jumat itu. Sebagian menunjukkan rasa tidak suka lantaran memelihara anjing bukan kebiasaan orang Palestina. "Ada hal lain jauh lebih penting buat diperhatikan," ujar seorang warga Kota Gaza.

Orang Palestina, khususnya muslim, kurang suka memelihara anjing karena menurut banyak ulama binatang ini tidak bersih.

Menanggapi kumpulan pecinta anjing, seorang ulama Gaza tidak disebutkan namanya menegaskan merawat anjing dibolehkan hanya jika ada keperluan, seperti buat berburu dan sebagai penjaga. "Memelihara anjing di luar alasan itu haram dan tidak diizinkan," tuturnya, seperti dilansir situs berita the Palestine Today.

Meski banyak penolakan, ada kecenderungan kian banyak warga Gaza memelihara anjing. Tentu saja biaya ddikeluarkan untuk memiliki anjing mahal. "Ongkos membawa masuk seekor anjing ke Gaza US$ 500 dan harga anjingnya sendiri antara US$ 500 hingga US$ 1 ribu," kata seorang pecinta anjing.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah (kanan) bareng Kepala Biro Politik Hamas untuk Jalur Gaza Yahya Sinwar di Ibu Kota Kairo, Mesir, 5 Oktober 2021. (Albalad.co/Supplied)

Hamas hukum mati dua informan Israel

Akhir bulan lalu, Hamas mengumumkan telah menjatuhkan vonis mati terhadap enam warga Palestina lantaran menjadi pemasok informasi untuk intelijen Israel. 

Toko Abu Nadim di Kota Rafah, selatan Jalur Gaza, menjual barang-barang bantuan kemanusiaan dari UNRWA. (Albalad.co/Supplied)

Makin banyak toko di Gaza jual barang bantuan kemanusiaan dari PBB

Toko Abu Nadim menjual paket delapan kemasan susu formula seberat 800 gram itu seharga 69 shekel (kini setara Rp 306.280).

Keluarga miskin di Jalur Gaza pada 14 Oktober 2021 mulai menerima bantuan uang tunai dari Qatar sebesar 320 shekel (kini setara Rp 1,4 juta). (Albalad.co/Supplied)

Keluarga miskin Gaza kembali terima bantuan uang tunai dari Qatar

Bantuan diberikan dalam bentuk mata uang Israel, shekel.

Seorang pedagang di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, pada 29 September 2021 memperlihatkan barang dagangannya, iPhone 13 Pro Max. (Screengrab YouTube)

iPhone 13 Pro Max sudah dijual di Gaza

iPhone 13 Pro Max setidaknya sudah diperdagangkan sejak Rabu lalu di dua tempat seharga Rp 28,8 juta.





comments powered by Disqus