palestina

Kuartet dan anggota tetap Dewan Keamanan diundang dalam KTT Luar Biasa OKI

Penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI ini bertepatan dengan tengah meletupnya intifadah ketiga di Tepi Barat sejak awal Oktober tahun lalu.

25 Februari 2016 10:52

Selain 56 dari 57 anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam), sesuai usulan Indonesia, kuartet dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) diundang buat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa OKI digelar 6-7 Maret mendatang. Pertemuan ini khusus membahas masalah Palestina dan Al-Quds asy-Syarif atau Yerusalem.

Pada KTT Luar Biasa OKI empat tahun lalu di Kota Makkah, Arab Saudi, keanggotaan Suriah dibekukan. Hingga kini negara Syam itu masih dibekap perang berkepanjangan.

Dalam jumpa pers mingguan di kantor Kementerian Luar Negeri hari ini, Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib menjelaskan kehadiran para pemaiin kunci dalam isu Palestina itu diperlukan. Sebab mereka selama ini diberi legitimasi oleh masyarakat internasional untuk mengupayakan penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Kuartet terdiri dari empat pihak, yakni Amerika Serikat, Rusia, PBB, dan Uni Eropa. Sedangkan lima anggota tetap pemegang hak veto di Dewan Keamanan adalah Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, dan Cina.

Kleib menambahkan ada dua kesempatan bagus dengan kehadiran perwakilan dari kuartet dan lima anggota Dewan Keamanan itu nantinya. Pertama, kuartet bareng lima anggota tetap Dewan Keamanan akan melihat langsung bagaimana dan sejauh mana pandangan serta keinginan negara-negara OKI terhadap penyelesaian masalah Palestina. "Di lain pihak, kita (OKI) bisa menanyakan dan mendengar dari kuartet dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan soal sejauh mana langkah-langkah proses perdamaian setelah terhenti pada Mei 2015," katanya.

Penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI ini bertepatan dengan tengah meletupnya intifadah ketiga di Tepi Barat sejak awal Oktober tahun lalu. Konflik berdarah ini sampai sekarang telah menewaskan hampir 200 warga Palestina dan di pihak Israel hanya 30 orang tewas.

Intifadah ketiga itu - intifadah pertama (1987-1993) dan intifadah kedua (2000-2005) - dipicu oleh provokasi kaum Yahudi ultranasionalis ingin berdoa dalam Masjid Al-Aqsa.

Indonesia menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI membahas Palestina dan Yerusalem pada 20 Januari lalu, sepekan setelah OKI menyampaikan permintaan resmi. Desember tahun lalu, Jakarta juga menggelar konferensi internasional mengenai Yerusalem.

Perundingan Palestina-Israel mandek lantaran Presiden Palestina Mahmud Abbas mensyaratkan penghentikan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, ibu kota impian bangsa Palestina. Sesuai hukum internasional, proyek permukiman Yahudi di Tepi Barat ilegal.

Ada tiga isu krusial menjadi ganjalan dalam penyelesaikan konflik Palestina-Israel, yakni status Yerusalem, batas wilayah, dan pemulangan pengungsi Palestina.

Bentrokan dengan warga Palestina terjadi ketika pasukan keamanan Israel menyerbu ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina, Mei 2021. (Telegram)

Indonesia: Kebrutalan Israel akan terus terjadi selama penjajahan terhadap Palestina tidak diakhiri

Indonesia meminta negara-negara belum mengakui negara Palestina segera memberi pengakuan.

Paspor baru Inggris milik Ayelet Balaban, warga Israel, menyebut Yerusalem sebagai wilayah Palestina jajahan Israel. (Courtesy)

Inggris akui Yerusalem sebagai wilayah Palestina jajahan Israel

Menurut Ayelet, abangnya dua tahun lalu juga memperpanjang paspor Inggrisnya, tapi tempat kelahirannya masih ditulis Yerusalem.

Buldoser Israel membongkar sebuah rumah milik warga Palestina di kawasan Silwan, Yerusalem Timur, Palestina. (Albalad.co)

Israel beritahu 1.500 keluarga Palestina di Yerusalem harga bongkar rumah Rp 123 juta

Mereka diberi waktu 21 hari untuk menerima tawaran itu.

Ismail bin Ibrahim al-Halabi dan bayi lelakinya bernama Sajf al-Quds. (Albalad.co)

Israel tangkap lelaki Palestina karena namai bayinya Pedang Al-Quds

Saif al-Quds dilahirkan di Yerusalem Timur, Palestina, pada 15 Mei lalu, bertepatan dengan Nakbah.





comments powered by Disqus