palestina

Novelis Palestina raih penghargaan Arabic Booker

"Oh, bagaimana kami bisa kehilangan negara ini (Palestina)," kata Rabai al-Madhun.

28 April 2016 18:52

Penulis Palestina memenangkan the International Prize for Arab Fiction untuk pertama kali atas novelnya bercerita tentang Nakbah dan Holocaust.

Atas penghargaan dikenal dengan nama Arabic Booker itu, Rabai al-Madhun juga menerima hadiah fulus US$ 50 ribu dalam pengumuman disampaikan Selasa malam lalu di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Madhun menang berkat novelnya berjudul Destinies: Concerto of the Holocaust and Nakba.

Nakbah atau petaka dalam bahasa Arab adalah peristiwa terusirnya sekitar 700 ribu rakyat Palestina menjelang terbentuknya negara Israel pada 1948. Sedangkan Holocaust merupakan pembantaian kaum Yahudi oleh pasukan Nazi dipimpin Adolf Hitler.

Madhun, dilahirkan di Palestina pada 1945, bersama keluarganya ikut mengungsi ke Jalur Gaza. Dia kemudian menjadi warga negara Inggris.

"Novel itu memiliki cerita dari lima kota di Palestina," kata Madhun saat memberikan sambutan kemenangan setelah meraih penghargaan disponsori pula the Man Booker Prize.

"Nakbah itu sampai ke kampung halaman saya di Al-Majdal (kini diganti menjadi Ashkelon oleh Israel). Saya menjelajah Haifa, saya berteriak dari Gunung Karmel," ujar Madhun. "Oh, bagaimana kami bisa kehilangan negara ini (Palestina)."

Novel Madhun sebelumnya, the Lady from Tel Aviv, bercerita soal pengungsi Palestina ingin kembali dan bertemu seorang aktris Israel di pesawat, juga masuk nominasi penghargaan serupa pada 2010.

Abdurrahman Atiyah Abu Khatab mencuri mobil Hyundai Tucson putih milik keponakan dari Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah. Kejadiannya di Kota Gaza pada 21 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Warga Gaza curi mobil milik keponakan pemimpin Hamas

Sejumlah warga Gaza menuding Abu Khatab bekerja sebagai informan bagi Israel.

Daftar enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa di utara Israel pada 6 September 2021. (Israel Prison Service)

Takut diketahui, enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa sehari lebih dulu dari rencana

Mereka merangkak dalam terowongan selama setengah jam sebelum keluar melalui lubang di luar tembok penjara.

Daftar enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa di utara Israel pada 6 September 2021. (Israel Prison Service)

Biaya untuk buru enam tahanan Palestina kabur dari Penjara Gilboa setidaknya Rp 43 miliar sehari

Ongkos ini termasuk untuk menurunkan ratusan personel gabungan dari militer, Shin Bet, dan Yamam.

Iham Kamamji (kiri) dan Munadal Nafiyat ditangkap pasukan keamanan Israel pada 18 September 2021 di Jenin, Tepi Barat, Palestina. (Shin Bet)

Israel tangkap dua buronan terakhir kabur dari Penjara Gilboa

Penangkapan Kamamji dan Nafiyat itu mengakhiri perburuan terbesar sepanjang sejarah Israel terhadap keenam tahanan Palestina lari Penjara Gilboa. 





comments powered by Disqus