palestina

Israel berencana bangun pulau di lepas pantai Gaza

Bakal berfungsi sebagai pintu keluar masuk barang dan warga Gaza. Pulau buatan itu juga tidak akan menjadi kepunyaan Israel atau Palestina, namun di bawah otoritas dan pasukan internasional.

22 Juni 2016 22:51

Pemerintah Israel tengah mempertimbangkan rencana membangun sebuah pulau di lepas pantai Gaza. Pulau buatan ini bakal dilengkapi sebuah pelabuhan, hotel, dan satu bandar udara internasional.

Israel Katz, Menteri Intelijen Israel, bilang negara Zionis ini sedang mencari rekanan buat melaksanakan proyek senilai US$ 5 miliar itu. Dia menyebut Arab Saudi dan Cina kemungkinan akan membangun pelabuhan di pulau buatan itu. Atau bahkan seorang pengusaha Israel, namun dia menolak menyebutkan nama-nama pengusaha itu.

Memang agak aneh Israel berharap Arab Saudi ikut mendanai pembangunan pelabuhan sekaligus hotel seharga US$ 1 miliar. Sebab kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.

Katz menegaskan proyek itu bukan sebuah fantasi. Dia menambahkan dirinya telah memberi penjelasan singkat kepada sejumlah pejabat Amerika Serikat mengenai proposal ini.  

Dia mengungkapkan rencana ini telah dibahas dalam rapat kabinet keamanan Israel dan banyak menteri menyokong. "Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang mempelajari opsi itu tapi belum membuat keputusan," kata seorang pejabat Israel terlibat dalam pembahasan soal rencana proyek pulau buatan itu.

Pulau buatan itu direncanakan seluas sepuluh kilometer persegi, berjarak tiga mil dari lepas pantai Gaza. Juga bakal dibangun sebuah jembatan dua lajur menghubungkan daratan Pulau Gaza dan pulau itu, namun Israel akan secara ketat mengontrol.

Jembatan ini bisa ditutup jika ketegangan meningkat. Bahkan Israel bisa meledakkan jembatan itu bila perang meletup sehingga akses ke pulau terputus.

Sebagian pihak menilai proposal pulau buatan ini sebagai upaya Israel membungkam kritikan lantaran proses perundingan dengan Palestina mandek. Negara Yahudi ini juga sudah memblokade Gaza, wilayah berpenduduk 1,8 juta orang, sejak Hamas berkuasa penuh pada pertengahan 2007.

Hampir sembilan tahun blokade, Hamas dan Israel sudah tiga kali berperang, yakni 2008-2009, 2012, dan 2014.

Katz mengakui pulau buatan itu sebagai cara buat menjamin keamanan Israel sekaligus memberi pintu bagi penduduk Gaza ke dunia luar. Namun Israel belum membahas proyek ini dengan Hamas atau pemerintah Palestina.

Dia bilang di tengah jembatan akan didirikan sebuah pos pemeriksaan dikelola pasukan internasional. Pulau buatan itu juga tidak akan menjadi kepunyaan Israel atau Palestina, namun di bawah otoritas dan pasukan internasional. Dia menyarankan NATO (Organisasi Pertahanan Atlantik Utara) mengelola pulau buatan itu.

Meski begitu, Katz menambahkan Israel bertanggung jawab atas keamanan perairan di sekitar pulau buatan itu.

Dia mengatakan pelabuhan di pulau itu bisa dipakai buat barang keluar masuk Gaza. Bandar udaranya pun dapat dimanfaatkan warga Gaza ingin bepergian ke negara lain.

"Ini baru permulaan," ujar Katz. "Kami juga akan membangun pembangkit listrik, pabrik penyulingan air laut. Pulau buatan ini akan menjadi pulau insiatif bagi segala hal."     

Anggur Pompeo dari perkebunan anggur Pompeo di permukiman Yahudi Psagot di Tepi Barat, Palestina. (Twitter)

Amerika izinkan produk dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dilabeli Buatan Israel

Padahal setelah Perang Enam Hari 1967, semua pemerintahan Amerika memandang Tepi Barat dan Golan adalah daerah jajahan Israel dan menganggap semua permukiman Yahudi di kedua wilayah ini ilegal.

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mayoritas rakyat Saudi anggap negara Israel tidak berhak ada

Lebih banyak rakyat Saudi menganggap Israel ketimbang Iran sebagai ancaman terbesar bagi kestabilan dan perdamaian di Timur Tengah.

Juru runding senior Palestina Saeb Erekat wafat pada Selasa, 10 November 2020. (Twitter)

Juru runding senior Palestina Saeb Erekat wafat

Erekat pernah membikin marah perdana menteri Israel karena tampil dengan kafiyah bermotif kotak-kotak hitam putih.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Empat tahun mengerikan bagi Palestina di era Trump

Manuver-manuver politik Trump mestinya menjadi pelajaran berharga bagi pemimpin dari negara-negara berpenduduk mayoritas muslim bagaimana seharusnya mendukung sahabat.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Amerika izinkan produk dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dilabeli Buatan Israel

Padahal setelah Perang Enam Hari 1967, semua pemerintahan Amerika memandang Tepi Barat dan Golan adalah daerah jajahan Israel dan menganggap semua permukiman Yahudi di kedua wilayah ini ilegal.

20 November 2020

TERSOHOR