palestina

Azan pakai pengeras suara, imam Palestina didenda US$ 193

Padahal undang-undang anti-azan masih digodok.

24 November 2016 21:49

Pemerintah Kota Lod di Israel telah mengenakan denda 750 shekel (US$ 193) kepada imam masjid bernama Syekh Mahmud Alfar, lantaran masjidnya di kawasan Shmir mengumandangkan azan menggunakan pengeras suara.

Lod berpenduduk campuran Arab dan Yahudi. Kota ini berjarak sekitar 15 kilometer sebelah tenggara Ibu Kota Tel Aviv.  

Syekh Alfar mengaku belum memperoleh pemberitahuan resmi soal denda itu, namun sejumlah pejabat bilang surat pemberitahuan bakal dikirim.

Pemberlakuan denda ini terjadi di tengah memanasnya situasi politik di Israel karena adanya rancangan undang-undang melarang mengumandangkan azan memakai pengeras suara. Beleid ini masih menjadi perdebatan dalam kabinet dan Knesset (parlemen Israel)

Syekh Adil Alfar, saudara kandung sang imam, mengatakan ini untuk pertama kali denda diberikan kepada imam gara-gara azan. Dia menilai kebijakan itu merupakan tindakan kasar dan bisa memicu kekerasan.

"Kami tidak boleh takut karena ancaman dan denda," kata Syekh Adil. "Kami selalu bilang segalanya bisa diselesaikan lewat meja perundingan dan melalui dialog serta saling menghormati, bukan dengan kekuatan dan pemaksaan."

Peta negara Palestina dan Israel versi proposal damai Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Twitter)

Perubahan peta Palestina sejak belum ada negara Israel

"Saya warga negara Palestina. Dari 1921 -1948, saya memakai paspor Palestina," kata Perdana Menteri Israel Golda Meir dalam sebuah wawancara televisi pada 1970.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Surati Jokowi, pemimpin Hamas minta Indonesia gagalkan rencana aneksasi Israel di Tepi Barat

"(Indonesia) mengecam keras dan menolak rencana aneksasi wilayah Palestina di Tepi Barat oleh Israel," kata Faizasyah.

Rute perjalanan sebuah jet pribadi membawa para pejabat Uni Emirat Arab dan Israel pada 17 Januari 2019 terbang langsung dari Abu Dhabi ke Tel Aviv. (Flight Radar 24)

Bawa bantuan buat Palestina, pesawat Etihad kembali mendarat di Tel Aviv

Berbeda dengan penerbangan pertama ke Tel Aviv, pesawat kargo jenis Boeing Dreamliner 787 itu kali ini dilengkapi dengan nama dan logo Etihad, serta bendera UEA.

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Arab Saudi gelar pertemuan rahasia dengan Israel biar bisa masuk lembaga pengurus Al-Aqsa

Yordania akan mengizinkan Saudi memiliki perwakilan dalam Dewan Wakaf Islam kalau bisa mengusir pengaruh Turki.





comments powered by Disqus