palestina

Asosiasi Persahabatan Palestina-Indonesia dibentuk

Bantuan dari Tahir Foundation sebesar US$ 10 ribu diserahkan untuk membantu pembangunan Rumah Indonesia di Hebron.

31 Desember 2016 19:15

Jelang pergantian tahun menjadi saksi sejarah makin kuat dan meningkatnya hubungan antara rakyat Indonesia dan Palestina, yaitu dengan berdirinya PIFA  (Asosiasi Persahabatan Palestina dan Indonesia).

Dalam peresmian PIFA semalam di Ibu Kota Amman, Yordania, Duta Besar Indonesia buat Yordania sekaligus Palestina Teguh Wardoyo bilang hubungan kedua negara kuat dan permanen sejak lama, serta dan akan terus meningkat dengan berjalannya waktu. Demikian pula hubungan dan komunikasi antara rakyat Palestina serta Indonesia dilandasi saling mencintai dan menghormati.

"Mungkin saat ini tidak ada isu internasional lebih penting bagi Indonesia dan sangat dekat dengan hati rakyat Indonesia selain isu Palestina," kata Teguh mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada peringatan enam dasawrasa Konferensi Asia Afrika tahun lalu, seperti dilansir siaran pers KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Amman diterima Albalad.co hari ini.

Pembentukan PIFA merupakan inisiatif masyarakat Palestina dari berbagai kalangan: tokoh masyarakat, pengusaha, guru, pegawai pemerintah, jurnalis, dan para alumni penerima pelatihan pengembangan kapasitas di Indonesia. Asosiasi ini dibikin Juli lalu.  

Peresmian ini awalnya akan diadakan di Kota Hebron, Tepi Barat, Palestina, sekaligus acara pamitan Teguh - segera mengakhiri masa tugasnya - kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Menteri Luar Negeri Riad Malki di Kota Ramallah. Namun acara sudah disusun oleh keprotokolan Palestina itu tidak dapat terlaksana karena Teguh dan staf KBRI Amman tidak mendapatkan izin dari Israel,

Padahal pengajuan izin sudah disampaikan sejak tiga bulan lalu. Sehingga peresmian dipindahkan ke Amman dengan mendatangkan perwakilan dari berbagai kelompok masyarakat Palestina dimaksud.

Peresmian juga dihadiri dua anggota parlemen Palestina Bilal Kasim dan Zuhair Sundoka, anggota PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) merangkap Biro Politik Arab-Palestina Imran al-Khatib, staf Kedutaan Palestina di Amman, sejumlah tokoh Yordania, 125 orang Palestina, serta keluarga besar KBRI Amman dan mahasiswa Indonesia.

Ketua PIFA Abdil Munim Zahdah berterima kasih kepada emerintah dan rakyat Indonesia atas upaya terus menerus mendukung perjuangan rakyat Palestina di segala bidang.

Menurut Zahdah, pada program jangka pendek PIFA akan bekerja sama dengan Konsul Kehormatan Indonesia di Ramallah dalam membantu KBRI Amman mensosialisasi berbagai informasi mengenai potensi ekonomi, sosial dan budaya, peluang beasiswa di Indonesia melalui Pusat Informasi Indonesia berpusat di Hebron. Program jangka panjangnya adalah membangun Rumah Indonesia di Palestina.

Rumah Indonesia di Palestina ini nantinya akan dijadikan Pusat Informasi Indonesia bagi masyarakat Palestina untuk mengenal Indonesia lebih dekat. Di dalamnya bakal dibangun ruang pameran produk Indonesia, pusat pelatihan Bahasa Indonesia, akan diberikan oleh alumni peserta pelatihan Bahasa Indonesia di Yogyakarta dan relawan lainnya, pusat pelatihan seni, budaya dan kuliner Indonesia.

Untuk mewujudkan impian itu, saat ini sudah terdapat sebidang tanah merupakan wakaf dari masyarakat Palestina untuk membangun Rumah Indonesia.

Menanggapi permintaan PIFA untuk pendirian Rumah Indonesia, pada kesempatan tersebut Teguh menyampaikan bantuan dari rakyat Indonesia diberikan oleh Tahir Foundation sebesar US$ 10 ribu.

Masyarakat Palestina dari berbagai kalangan sangat antusias dengan pendirian PIFA. Zahdah mengklaim kalau peresmian asosiasi itu dilaksanakan di Palestina bakal dihadiri ribuan orang.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertemu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Putrajaya, Malaysia, 22 Januari 2020. (Albalad.co/Istimewa)

Pemimpin Hamas bertemu Mahathir

Mahathir menegaskan perlunya sebuah strategi komprehensif untuk memperkuat bangsa Palestina dalam menghadapi penjajahan Israel.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertakziah ke rumah mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di Ibu Kota Teheran, Iran. (Twitter)

Pemimpin Hamas ikut salat jenazah Jenderal Sulaimani

Selain menghadiri salat jenazah Sulaimani, pimpinan Hamas bertakziah ke rumah mendiang di Teheran. Mereka juga bertemu komandan baru Brigade Quds Mayor Jenderal Ismail Qaani.

Iklan layanan kereta Palestine Railways. (Twitter)

Tidak pernah ada yang namanya Israel

Tiga kali Perang Arab-Israel pada 1948, 1967, dan 1973 membikin wilayah Israel kian luas: dari 17 persen sekarang menjadi 78 persen.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perempuan muslim bercadar di Gaza bikin boneka Santa

Bahkan tujuh di antara mereka telah diajari menjadi tukang kayu.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Pemimpin Hamas bertemu Mahathir

Mahathir menegaskan perlunya sebuah strategi komprehensif untuk memperkuat bangsa Palestina dalam menghadapi penjajahan Israel.

22 Januari 2020

TERSOHOR