palestina

Israel pertahankan detektor logam di gerbang Al-Aqsa

Detektor logam itu dipasang sejak Jumat pekan lalu meski diprotes para tokoh muslim Palestina.

21 Juli 2017 15:55

Kabinet keamanan Israel pagi hari ini memutuskan tetap mempertahankan pintu pendeteksi logam dipasang di depan gerbang-gerbang masuk kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua, Yerusalem Timur.

Keputusan itu keluar setelah kabinet keamanan menggelar rapat selama empat jam, membahas perkembangan situasi di Al-Aqsa.

Polisi Israel memasang pintu pendeteksi logam sejak Ahad pekan lalu, ketika kompleks Al-Aqsa dibuka lagi dua hari setelah penyerangan terhadap tiga polisi Israel. Insiden di sekitar Al-Aqsa ini menewaskan dua polisi Israel dan ketiga pelaku.

Lewat keterangan tertulis, Kantor Perdana Menteri bilang Israel bakal tetap mempertahankan status quo Al-Aqsa dan menjamin kebebasan masuk ke sana. "Kabinet telah memberikan kewenangan kepada Kepolisian Israel untuk menjamin akses ke kompleks Al-Aqsa sekaligus memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat."

Para tokoh muslim dan warga Palestina menentang pemasangan alat pendeteksi logam di gerbang-gerbang Al-Aqsa. Sebab itu, mereka memilih salat di luar. 

Protes besar-besaran akan berlangsung di sekitar Al-Aqsa sehabis salat Jumat hari ini. Israel sudah siap mengantisipasi dengan menurunkan eibuan aparat keamanan.

Polisi Israrl menangkap perempuan Palestina bernama Muntaha Amara saat sedang salat di Masjid Al-Aqsa. (Screencapture)

Polisi Israel tangkap perempuan Palestina ketika sedang bersujud di Al-Aqsa

Israel sudah berkali-kali menangkap Muntaha saat sedang salat di Al-Aqsa. Negara Bintang Daud ini juga pernah melarang dia memasuki Al-Aqsa.

Seorang warga Palestina menjadi korban dalam bentrokan dengan polisi Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, saat Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019. (Abir Ziyad buat Albalad.co)

Bentrokan pecah setelah polisi Israel izinkan pemukim Yahudi masuki Al-Aqsa di Hari Raya Idul Adha

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.





comments powered by Disqus