palestina

Bentrokan di Yerusalem Timur tewaskan tiga warga Palestina

Sebanyak 193 orang luka.

21 Juli 2017 22:35

Bentrokan antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel di Yerusalem Timur hari ini meletup selepas salat Jumat. 

Kericuhan itu meledak karena warga Palestina memprotes pembatasan dilakukan Israel bagi kaum muslim untuk salat di Masjid Al-Aqsa. Hingga kabar ini dilansir, bentrokan tersebut telah menewaskan tiga orang Palestina dan melukai 193 lainnya.

Ketiga warga Palestina terbunuh adalah Muhammad Hasan Abu Ghanim (19 tahun), Muhammad Syaraf (18 tahun), dan Muhammad Lafi (18 tahun).

Abu Ghanim meninggal akibat luka dia derita dalam bentrokan di kawasan Atur, Yerusalem Timur. Kepolisian Israel sudah membenarkan soal kematian Abu Ghanim.

Syaraf terbunuh karena luka tembak di leher dalam bentrokan di Ras al-Amud Yerusalem Timur. Sedangkan Lafi meninggal di rumah sakit di Ramalkah karena luka tembak peluru tajam di dada dalam kericuhan di Abu Dis. 

Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan 193 warga Palestina cedera dalam berbagai bentrokan di Yerusalem dan Tepi Barat. Enam orang lainnya luka di Hebron dan 20 lagi cedera di perbatasan Jalur Gaza.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon menekankan Israel tidak pernah mau ada provokasi dan kekerasan. "Tidak ada yang mau terjadi kekerasan," katanya saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya malam ini.

Dia berharap krisis Al-Aqsa bisa segera diselesaikan dengan cara damai.

Seorang warga Palestina menjadi korban dalam bentrokan dengan polisi Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, saat Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019. (Abir Ziyad buat Albalad.co)

Bentrokan pecah setelah polisi Israel izinkan pemukim Yahudi masuki Al-Aqsa di Hari Raya Idul Adha

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

Situasi dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Dokumentasi Albalad.co)

Indonesia serukan seluruh anggota OKI solid bela Al-Aqsa

"Sekarang sudah 50 tahun penjajahan terjadi di Palestina, namun kita masih belum berhasil membebaskan Palestina," ujarnya. "Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan, kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi."





comments powered by Disqus