palestina

Lima warga Palestina tewas dan 900 lainnya luka dalam krisis Al-Aqsa

Krisis Al-Aqsa dipicu oleh penembakan menewaskan dua polisi israel dan tiga warga Palestina pada 14 Juli lalu.

24 Juli 2017 09:36

Dalam sepuluh hari terakhir sejak krisis Al-Aqsa meletup, sudah lima warga Palestina terbunuh dan lebih dari 900 orang lainnya luka dalam bentrokan dengan aparat keamanan Israel, menurut Bulan Sabit Merah Palestina.

Bentrokan terbesar terjadi sehabis salat Jumat pekan lalu di Yerusalem Timur, seantero Tepi Barat, dan perbatasan Jalur Gaza. Ketiga warga Palestina terbunuh adalah Muhammad Hasan Abu Ghanim (19 tahun), Muhammad Syaraf (18 tahun), dan Muhammad Lafi (18 tahun).

Abu Ghanim meninggal akibat luka dia derita dalam bentrokan di kawasan Atur, Yerusalem Timur. Kepolisian Israel sudah membenarkan soal kematian Abu Ghanim.

Syaraf terbunuh karena luka tembak di leher dalam bentrokan di Ras al-Amud Yerusalem Timur. Sedangkan Lafi meninggal di rumah sakit di Ramalkah karena luka tembak peluru tajam di dada dalam kericuhan di Abu Dis.

Tambahan dua orang terbunuh adalah Udai Nawajaa, 17 tahun. Kementerian Kesehatan Palestina bilang Udai meninggal terkena tembakan peluru tajam dalam bentrokan di Izariya, sebelah timur Yerusalem.

Sedangkan korban tewas satunya lagi adalah pemuda Palestina berumur 18 tahun. Dia terkena bom molotov meledak duluan sebelum dia lemparkan ke arah pasukan keamanan Israel di Abu Dis, Tepi Barat.

Krisis Al-Aqsa dimulai dengan penembakan terhadap tiga polisi Israel berjaga di kompleks masjid Al-Aqsa dan menewaskan dua di antaranya. Insiden pada 14 Juli ini juga menewaskan ketiga pelaku. Israel kemudian menutup Al-Aqsa dua hari dan dibuka lagi pada Ahad dengan pemasangan detektor logam di gerbang Al-Aqsa. Inilah memicu ledakan kemarahan para tokoh dan rakyat Palestina.

Seorang warga Palestina menjadi korban dalam bentrokan dengan polisi Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, saat Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019. (Abir Ziyad buat Albalad.co)

Bentrokan pecah setelah polisi Israel izinkan pemukim Yahudi masuki Al-Aqsa di Hari Raya Idul Adha

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.

Polisi Israel memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa. (Sky News)

Pemuka Yahudi di Indonesia prihatin atas krisis Al-Aqsa

"Terowongan itu sudah ada sejak zaman Sulaiman dan bukan dibuat oleh Israel untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

Situasi dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Dokumentasi Albalad.co)

Indonesia serukan seluruh anggota OKI solid bela Al-Aqsa

"Sekarang sudah 50 tahun penjajahan terjadi di Palestina, namun kita masih belum berhasil membebaskan Palestina," ujarnya. "Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan, kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi."





comments powered by Disqus