palestina

Raja Salman mengklaim berjasa redam krisis Al-Aqsa

Padahal Israel selama ini selalu mengandalkan Yordania saban kali konflik Al-Aqsa meletup. Sebab Yordania melalui lembaga Waqf berwenang mengelola kompleks Al-Aqsa.

28 Juli 2017 00:40

Ribuan warga muslim Palestina kemarin kembali salat di dalam kompleks masjid Al-Aqsa di yerusalem Timur, Palestina, setelah Israel membongkar detektor logam, kamera pengawas, dan jeruji keamanan dipasang di pintu masuk Al-Aqsa.

Mereka bergembira setelah kemarin pagi aparat keamanan negara Zionis itu selesai membongkar semua peralatan keamanan dipasang setelah terjadi pembunuhan dua polisi Israel di Al-Aqsa Jumat dua pekan lalu.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain pun menyerukan kepada seluruh warga muslim Palestina untuk kembali salat di masjid tersuci ketiga bagi kaum muslim - setelah masjid Al-Haram di Makkah dan masjid Nabawi di Madinah - itu. Seruan serupa juga disampaikan Presiden Palestina Mahmud Abbas dan pimpinan Waqf, lembaga bentukan Yordania bertugas mengelola kompleks Al-Aqsa.

Setelah boikot itu selesai, Arab Saudi kemarin tiba-tiba mengklaim berjasa meredam krisis Al-Aqsa. Melalui keterangan tertulis dilansir kantor berita Saudi Press Agency, disebutkan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sudah membahas konflik Al-Aqsa dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui telepon.

Raja Salman, tengah berlibur di Maroko, mengaku mendesak Trump untuk memastikan warga muslim bisa salat di Al-Aqsa tanpa pembatasan.

Padahal selama ini saban kali terjadi krisis di Al-Aqsa, Israel amat mengandalkan Yordania, memang berwenang mengelola Al-Aqsa. Krisis kali ini pun bisa diselesaikan setelah Waqf dua kali berunding dengan Kepolisian Yerusalem.

Krisis memicu bentrokan sengit Jumat pekan lalu itu disebabkan warga Palestina menolak detektor logam dan kamera dipasang di pintu masuk Al-Aqsa. Mereka juga mendesak lima gerbang Al-Aqsa lainnya dibuka lagi.

Dalam dua pekan, konflik Al-Aqsa ini telah menewaskan lima warga palestina dan tiga orang Israel, serta melukai hampir seriu warga Palestina.

Polisi Israrl menangkap perempuan Palestina bernama Muntaha Amara saat sedang salat di Masjid Al-Aqsa. (Screencapture)

Polisi Israel tangkap perempuan Palestina ketika sedang bersujud di Al-Aqsa

Israel sudah berkali-kali menangkap Muntaha saat sedang salat di Al-Aqsa. Negara Bintang Daud ini juga pernah melarang dia memasuki Al-Aqsa.

Seorang warga Palestina menjadi korban dalam bentrokan dengan polisi Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, saat Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019. (Abir Ziyad buat Albalad.co)

Bentrokan pecah setelah polisi Israel izinkan pemukim Yahudi masuki Al-Aqsa di Hari Raya Idul Adha

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

Penonton sepak bola di Kota Ain Malila, timur Aljazair, menggelar spanduk menghina Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Twitter)

Penonton sepak bola Aljazair gelar spanduk hina Raja Salman

Mereka menyamakan Raja Salman dengan Presiden Trump.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan darurat Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam di Kota Istanbul, Turki, 1 Agustus 2017. Pertemuan ini membahas kekerasan berlangsung di Masjid Al-Aqsa. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

OKI dukung usul Indonesia buat beri perlindungan internasional bagi Al-Aqsa

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ujar Retno Marsudi.





comments powered by Disqus