palestina

Dukung Israel, Arab Saudi tawarkan Abu Dis sebagai ibu kota Palestina

Proposal damai Saudi ini juga menghapus hak pengungsi Palestina untuk kembali.

08 Desember 2017 08:15

Sejalan dengan kepentingan Israel, Arab Saudi tidak menawarkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Negara Kabah ini malah menawarkan Abu Dis, kota kecil bersebelahan dengan Yerusalem, seperti dilansir surat kabar the New York Times.

Tawaran itu terdapat dalam proposal damai disampaikan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas, berkunjung ke Ibu Kota Riyadh bulan lalu.

Tawaran Saudi ini mirip pula dengan keputusan bersejarah telah dikeluarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dia kemarin mengumumkan Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Proposal damai versi Saudi itu juga menyebutkan Palestina akan menjadi sebuah negara tidak berdampingan dengan Israel, dengan wilayah meliputi Tepi Barat dan Jalur Gaza tapi tanpa kontrol penuh. 

Permukiman Yahudi di Tepi Barat juga tidak bakal digusur dan para pengungsi Palestina tidak berhak kembali ke Palestina. 

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem versi proposal damai Trump

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.





comments powered by Disqus