palestina

Khotbah Jumat di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi tidak bahas Yerusalem

Kedutaan besar Arab Saudi dan Bahrain di Ibu Kota Amman, Yordania, memerintahkan warga mereka tinggal di negara Bani Hasyim itu untuk tidak ikut berdemonstrasi menentang keputusan Trump.

10 Desember 2017 00:19

Meski deklarasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal pengakuan atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel memicu kemarahan kaum muslim sejagat, namun khotbah Jumat berlangsung kemarin di Masjid Al-Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah tidak membahas soal kota suci bagi tiga agama tersebut - Islam, Yahudi, dan Nasrani.

Masjid Al-Aqsa  di yerusalem merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam setelah kedua masjid tersebut. Di masjid itu pula, Nabi Muhammad melakukan mikraj.

Saat menyampaikan khotbah Jumatnya di Masjid Al-Haram, Syekh Mahir al-Muaqili tidak menyebut isu Yerusalem. Syekh Abdullah al-Buajan dalam khotbahnya di masjid Nabawi malah membicarakan mengenai keajaiban Allah dalam perubahan musim selama setahun.

Menjelang pengakuan Trump, pihak istana Saudi media setempat tidak membesar-besarkan hal itu, seperti dilansir Al-Arabi al-Jadid. Kedutaan besar Arab Saudi dan Bahrain di Ibu Kota Amman, Yordania, memerintahkan warga mereka tinggal di negara bani hasyim itu untuk tidak ikut berdemonstrasi menentang keputusan Trump.   

Dalam pidatonya di Washington DC Rabu lalu, Trump menyatakan Amerika mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kebijakan ini sejalan dengan kepentingan negara Zionis itu, selama ini menyatakan Yerusalem adalah ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina.

Kecaman keras dilontarkan para pemimpin negara muslim, termasuk Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz, Presiden Turki recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Indonesia Joko Widodo.

Unjuk rasa besar-besaran di Jalur Gaza dan seantero Tepi Barat sejak pernyataan kontroversial Trump itu, selalu berakhir bentrok dengan aparat keamanan Israel. Hingga kini dua warga Palestina tewas dan lebih dari 300 lainnya luka.

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem versi proposal damai Trump

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.





comments powered by Disqus