palestina

Komandan tentara Israel curi tiga apel milik pedagang Palestina

Dia dicopot dari jabatannya.

12 Desember 2017 00:49

Seorang komandan pasukan Israel ketahuan mencuri tiga apel milik pedagang Palestina. Kejadiannya berlangsung pekan lalu di Kota Hebron, Tepi Barat.

Komandan unit dari Brigade Givati itu mengambil tiga apel dari gerobak pedagang Palestina, lari karena unjuk rasa menolak pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel berakhir ricuh.

Komandan tidak disebut identitasnya ini membagi rata ketiga apel itu bersama dua anak buahnya. Namun sang komandan tidak menyadari ada orang Palestina merekam pencurian tersebut.

Rekaman video kasus memalukan itu langsung tersiar luas di media sosial.

Militer Israel segera menyelidiki peristiwa tersebut. Juru bicara militer Israel membenarkan komandan itu telah mengambil tiga apel dari gerobak pedagang Palestina. Dia menyebut insiden itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dari seorang serdadu dan komandan Israel.

Pihak militer akhirnya mencopot dia dari jabatannya sebagai komandan. Dia akan menghadapi hukuman berikutnya.

Kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi Muhammad Saleh al-Khoudari. (Screengrab)

Tahanan Palestina di Arab Saudi disiksa

Mereka ditahan dengan tuduhan membantu dan menjadi pendukung Hamas. 

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Korupsi mewabah di kalangan pejabat Palestina

Pada 19 Agustus lalu, Abbas memerintahkan bekas Perdana Menteri Rami Hamdallah dan menteri-menterinya mengembalikan fulus diperoleh secara tidak sah saat mereka menjabat ke kas negara.

Dato Tahir sekeluarga dan Duta Besar Indonesia untuk Yordania serta Palestina Andy Rachmianto berpose bareng di depan kantor UNRWA di Ibu Kota Amman, 3 Oktober 2019. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir bantu pengungsi Palestina Rp 5 miliar

Dato Tahir kemarin juga memberikan bantuan masing-masing Rp 2 miliar kepada UNHCR, pemerintah Yordania, dan Queen Rania Foundation.

Pemimpin senior Hamas Muhammad Saleh al-Khoudari, 81 tahun, ditahan di Arab Saudi sejak April 2019. (Screengrab)

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.





comments powered by Disqus