palestina

Amerika sudah punya lahan buat bangun kedutaan di Yerusalem

Bila ingin memindahkan kedutaan ke Yerusalem, Amerika tidak membangun gedung baru, cukup mengganti nama gedung konsulat saja.

13 Desember 2017 10:30

Gagasan Amerika Serikat untuk membangun Kedutaan Besar di Yerusalem sudah dimulai ketika George Shultz menjabat menteri luar negeri di era pemerintahan Presiden Ronald Reagan. Setelah melakoni lawatan singkat ke Israel di akhir 1980-an, Shultz memerintahkan mencari lahan di kota suci bagi tiga agama - Islam, Yahudi, dan Nasrani - itu untuk lokasi kedutaan.

Salah satu lahan bakal digunakan untuk membangun Kedutaan Amerika tersebut terletak di simpang jalan antara Hebron dan Yanovsky. Badan Pertanahan Israel telah menyetujui lokasi ini untuk Kedutaan Amerika.

Israel dan Amerika bahkan sudah menandatangani perjanjian untuk membatasi ketinggian gedung kedutaan akan dibangun maksimum 300 meter. Pembatasan ketinggian demi alasan keamanan di masa depan.

Pada 2002, Amerika membeli lahan baru dekat dengan lokasi sebelumnya, terletak antara Arnona dan Hotel Diplomat. Lahan ini berupa tanah kosong tadinya berada di antara Israel dan Yordania pada 1948-1967.

Di lahan itulah akhirnya dibangun gedung Konsulat Amerika pada 2010. Tanah ini seluas 19.500 meter persegi.

Kalau gedung Konsulat Amerika diubah menjadi kedutaan, besarnya lebih kecil dibanding Kedutaan Amerika di Ibu Kota Tel Aviv. 

Para pejabat perencanaan pembangunan Yerusalem bilang bila ingin memindahkan kedutaan ke Yerusalem, Amerika tidak membangun gedung baru, cukup mengganti nama gedung konsulat saja.

Jika Amerika mengubah gedung konsulat menjadi kedutaan, negara adikuasa ini bisa mengoperasikan gedung konsulat lama di Jalan Nablus, Yerusalem Timur, dan Jalan Agron, Yerusalem Barat. 

Wali Kota Yerusalem Nir Barkat dan wakilnya, Meir Turgeman, telah mengontak Amerika untuk mencari lokasi tepat di Yerusalem buat Kedutaan Amerika.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.





comments powered by Disqus