palestina

Sepuluh negara penerima bantuan Amerika terbesar

Trump mengancam memotong bantuan bagi negara-negara menolak pengakuan Amerika atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

22 Desember 2017 17:00

Sehari menjelang pemungutan suara di sidang darurat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam memotong bantuan bagi negara-negara menyokong resolusi menolak pengakuan Amerika terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Mereka menerima ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, kemudian mereka bersuara melawan kami," kata Trump. "Kami akan mengawai voting itu. Biarkan mereka menentang kami. Kami akan menghemat banyak uang. Kami tidak peduli."

Hasil pemungutan suara dalam pertemuan Majelis Umum PBB, kemarin waktu New York atau dini hari tadi waktu Jakarta, menunjukkan 128 negara anggota PBB mendukung resolusi tersebut, sembilan negara menentang, dan 35 lainnya abstain.

Berikut daftar sepuluh negara penerima bantuan Amerika terbesar:

Afghanistan: US$ 4,7 miliar
Israel: US$ 3,1 miliar
Mesir: US$ 1,46 miliar
Irak: US$ 1,14 miliar
Yordania: US$ 1 miliar
Pakistan: US$ 742,2 juta
Kenya: US$ 626,4 juta
Nigeria: US$ 606,1 juta
Tanzania: US$ 575,3 juta
Ethiopia: US$ 513,7 juta

Sumber: Washington Post

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem versi proposal damai Trump

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Poros Arab-Israel

Perang antara kedua poros ini diperparah pandemi penyakit, seperti virus corona Covid-19, bakal membuat isu Palestina kian terpinggirkan.

30 Mei 2020

TERSOHOR