palestina

Netanyahu hadiahi Nauru pabrik pengolahan limbah karena tolak resolusi PBB soal Yerusalem

Dua pekan sebelum voting, Netanyahu mengabulkan permintaan Presiden Nauru mengenai pabrik pengolahan limbah itu.

29 Desember 2017 11:37

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiahi Nauru sebuah pabrik pengolahan limbah seharga US$ 72 ribu, sebagai balasan atas penolakan negara mungil di barat daya Samudera Pasifik itu terhadap resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, seperti dilansir Yediot Ahronot kemarin.

Nauru, negara republik seluas 26,7 kilometer persegi, berpenduduk 11.347 orang.

Sebanyak 128 negara anggota PBB menyetujui resolusi tersebut dalam pemungutan suara berlangsung Jumat pekan lalu. Sedangkan Nauru bersama Israel, Amerika Palau, Togo, Marshall Islands, Mikronesia, Guatemala, dan Honduras menolak. 35 negara lainnya abstain.

Deklarasi Trump soal Yerusalem telah memicu kemarahan rakyat Palestina dan kaum muslim sejagat. Bentrokan antara warga Palestina dan pasukan keamanan Israel sejak pengakuan kontroversial Trump telah menewaskan 12 warga Palestina. Lebih dari empat ribu orang cedera dan 400 lebih lainnya ditahan.

Dua pekan sebelum voting, Netanyahu mengabulkan permintaan Presiden Nauru mengenai pabrik pengolahan limbah itu.

"Negara ini menjaga hubungan baik dengan Israel," kata Yuval Rotem, ketua sebuah komite khusus mendukung persetujuan Netanyahu itu. "Presiden Nauru meminta kepada perdana menteri untuk membantu dalam pengelolaan limbah di negara pulau tersebut."

Fasilitas itu nantinya akan menangani limbah dari sebuah sekolah di Nauru. Kementerian Luar Negeri Israel telah menunjuk sebuah perusahaan akan membangun pabrik pengolahan limbah itu.

Negara Zionis ini memutuskan menanggung seluruh biaya proyek, termasuyk ongkos angkut dan biaya pekerja dalam proyek pabrik pengolahan limbah ini.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.





comments powered by Disqus