palestina

Malaysia curigai intel asing terlibat pembunuhan anggota Hamas di Kuala Lumpur

Lieberman menilai Batasy korban perselisihan internal Hamas.

22 April 2018 16:57

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengumumkan polisi tengah menyelidiki dugaan keterlibatan intelijen asing dalam pembunuhan anggota Hamas Dr Fadi Muhammad al-Batasy di Kuala Lumpur.  

Insiden itu terjadi kemarin subuh saat Batasy sedang menuju masjid dekat rumahnya untuk salat subuh berjamaah. Lelaki 35 tahun ini terbunuh dengan luka tembak di badan dan kepala.

Batasy sudah sepuluh tahun menetap di Kuala Lumpur bareng istri dan tiga anaknya. Dia dikenal sebagai ahli energi.  

Kepolisian Kuala Lumpur tidak menyebut apakah keterlibatan dinaras rahasia luar negeri dimaksud adalah Mossad (dinas intelijen Israel).

Kepala kepolisian Kuala Lumpur mengungkapkan pihaknya kesulitan mengenali wajah dua pelaku mengendarai satu sepeda motor lantaran memakai helm. Dia menambahkan polisi masih berusaha mengenali pelat nomor motor dipakai penembak.

Batasy berasal dari Jabaliya, Jalur Gaza. Keluarga besar korban, termasuk anggota senior Jihad Islam Khalid al-Batasy, meyakini Mossad sebagai dalang pembunuhan ayah tiga anak itu.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah kemarin bertakziah ke kediaman keluarga besar Batasy di Jabaliya. Dia meminta pemerintah Malaysia segera mengusut tuntas pembunuhan Batasy. "Israel membunuh para ilmuwan untuk menghancurkan perkembangan dan ilmu pengetahuan bangsa Palestina," katanya.    

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman membantah Mossad terlibat dalam pembunuhan Batasy. Dia menilai terbunuhnya Batasy lantaran perselisihan internal di dalam Hamas. "Saya kira hal itu terjadi pula dalam kejadian ini."

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi tangkapi warga Palestina karena dukung Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

Seorang lelaki melewati mural bertema perjuangan di Kota Gaza. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Iran akan naikkan anggaran bagi Hamas jadi Rp 426 miliar setahun

Selama ini bantuan dana dari Iran untuk Hamas berjumlah US$ 70 juta setahun.

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

Seorang lelaki melewati mural bertema perjuangan di Kota Gaza. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Wartawan dan intelektual Arab Saudi sokong Israel perangi Hamas

"Hati kami bersama kalian. Semoga Allah melindungi Israel dan rakyatnya," tulis Abdul Hamid al-Hakim.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

11 September 2019

TERSOHOR