palestina

Polisi Malaysia rilis foto dua tersangka pembunuh anggota Hamas

Hamas dan keluarga korban menuding Mossad mendalangi pembunuhan Fadi al-Batasy.

25 April 2018 16:20

Kepolisian Malaysia hari ini merilis foto dua tersangka pembunuh anggota Hamas Dr Fadi Muhammad al-Batasy. Mereka bilang kedua lelaki itu masih berada di negara tersebut.

Lelaki 35 tahun ini ditembak mati Sabtu pekan lalu, saat dalam perjalanan untuk salat subuh berjamaah di dekat kediamannya di Ibu Kota Kuala Lumpur.

Inspektur Jenderal Muhammad Fauzi Harun menjelaskan kedua pelaku melepaskan sedikitnya 14 tembakan mengenai bagian tubuh dan kepala ilmuwan asal Jabaliya, jalur Gaza, itu. Ayah dua anak ini tewas di lokasi kejadian.

Polisi berhasil menemukan sebuah sepeda motor Kawasaki dipakai dua tersangka di dekat sebuah dana, berjarak sekitar sembilan menit dari tempat kejadian. Penemuan sepeda motor itulah membikin polisi mampu mencari tahu foto satu dari dua tersangka.  

Muhammad Fauzi mengatakan pihaknya meyakini kedua pelaku masuk ke Malaysia akhir Januari lalu. Namun polisi belum emngetahui kewarganegaraan mereka dan dari negara mana keduanya masuk ke Malaysia.

"Kami meyakini mereka masih berada di negara ini (Malaysia)," katanya. "Kami memang belum mengetahui identitas mereka tapi kami menduga keduanya menggunakan identitas palsu ketika mereka masuk ke sini atau selama tinggal di negara ini."

Hamas dan keluarga korban menuding Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) mendalangi pembunuhan Fadi al-Batasy.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bos Mossad ke Doha minta emir Qatar tetap bantu dana buat Hamas

Qatar berencana menyetop pasokan duit setelah 30 Maret mendatang.

Kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi, Muhammad al-Khoudari, ditangkap bareng anaknya, Hani, di Saudi pada April 2019. (Screengrab)

Arab Saudi kembali tangkapi warga Palestina

Pada Februari 2019, Saudi menangkap 12 warga Palestina. Dua bulan kemudian, lusinan pengusaha, akademisi, dan mahasiswa Palestina dibekuk.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertemu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Putrajaya, Malaysia, 22 Januari 2020. (Albalad.co/Istimewa)

Pemimpin Hamas bertemu Mahathir

Mahathir menegaskan perlunya sebuah strategi komprehensif untuk memperkuat bangsa Palestina dalam menghadapi penjajahan Israel.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertakziah ke rumah mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di Ibu Kota Teheran, Iran. (Twitter)

Pemimpin Hamas ikut salat jenazah Jenderal Sulaimani

Selain menghadiri salat jenazah Sulaimani, pimpinan Hamas bertakziah ke rumah mendiang di Teheran. Mereka juga bertemu komandan baru Brigade Quds Mayor Jenderal Ismail Qaani.





comments powered by Disqus