palestina

Yordania akan cabut kewarganegaraan presiden Palestina

Banyak pejabat Palestina dan Fatah, termasuk Abbas dan dua putranya, memperoleh kewarganegaraan Yordania sejak lebih dari satu dasawarsa lalu.

30 April 2018 16:58

Pemerintah Yordania telah memulai proses untuk mencabut status kewarganegaraan atas 30 pejabat Palestina dan keluarganya, seperti dilansir surat kabar berbahasa Arab Rai al-Yaum Rabu pekan lalu.

Pejabat Palestina akan dicabut paspor Yordanianya itu, termasuk Presiden Mahmud Abbas, ketua tim perunding Saeb Erekat, dan juru runding Ahmad Quraia.

Negara Bani Hasyim itu bakal mengubah aturan pemberian visa bagi para pejabat senior Palestina. Mereka nantinya hanya akan diberi visa kunjungan sementara.

Belum diketahui alasan pemerintah Yordania mencabut paspor 30 pejabat Palestina dan keluarganya itu.

Seorang pejabat Yordania pada 2011 mengungkapkan banyak pejabat Palestina dan Fatah, termasuk Abbas dan dua putranya, memperoleh kewarganegaraan Yordania sejak lebih dari satu dasawarsa lalu.

Mereka mendapat paspor Yordania meski kala itu pemerintah setempat mencabut status kewarganegaraan ribuan warga Palestina. Kebijakan ini diambil lantaran kebanyakan dari penduduk Yordania adalah orang Palestina.

Tajuk di Al-Quds al-Arabi menjelaskan para pemimpin Palestina itu mendapat kewarganegaraan bukan karena pemberian tapi mereka mengajukan permohonan. "Tindakan ini telah membikin malu para pejabat pemerintah Yordania."

A new book by author Dr. Menachem Klein, professor of political science at Bar-Ilan University, Israel. (Amazon.com)

Abbas is a subcontractor of Israel to rule the West Bank

Dr. Menachem Klein has just launched his new book that compares Arafat and Abbas.

Pemimpin senior Hamas Muhammad Saleh al-Khoudari, 81 tahun, ditahan di Arab Saudi sejak April 2019. (Screengrab)

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Honduras berencana pindahkan kedutaan ke Yerusalem bulan depan

Baru dua negara memindahkan kedutaan mereka dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem, yakni Amerika Serikat dan Guatemala pada Mei tahun lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi tangkapi warga Palestina karena dukung Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

11 September 2019

TERSOHOR