palestina

PBB akan selidiki kejahatan perang dilakukan Israel atas demonstran Gaza

Resolusi itu disahkan melalui pemungutan suara. Sebanyak 29 negara anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB setuju, dua menolak dan 14 negara lainnya abstain.

18 Mei 2018 16:41

Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hari ini mengesahkan resolusi akan mengirim tim penyelidik kejahatan perang internasional dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Tim investigasi ini bakal menyelidiki dugaan kejahatan perang dilakukan Israel terhadap demonstran berunjuk rasa Senin lalu, memprotes pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ke Yerusalem. Insiden ini menewaskan 63 orang, termasuk bayi bernama Laila al-Ghandur baru berumur delapan bulan, dan melukai lebih dari 2.400 lainnya.

Resolusi itu disahkan melalui pemungutan suara. Sebanyak 29 negara anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB setuju, dua menolak dan 14 negara lainnya abstain.

"Para penyelidik harus menginvestigasi semua dugaan pelanggaran dan kekejaman...dalam konteks serangan militer terhadap prtes warga sipil dalam jumlah sangat besar dimulai pada 30 Maret 2018," demikian bunyi resolusi disahkan.

Ketua Dewan Hak Asasi Manusia PBB Zaid Raad al-Husain mengecam Israel lantaran menggunakan kekuatan berlebihan dalam menghadapi pengunjuk rasa sipil Palestina.  

Secara keseluruhan, korban tewas sejak protes dilakukan delapan pekan lalu berjumlah 109 orang dan 12 ribu lainnya luka.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

Hamas tahan tiga aktivis lantaran berbincang dengan orang Israel

Hamas menetapkan hubungan dengan orang Israel adalah sebuah kejahatan dan pelakunya diancam hukuman penjara atau mati kalau terbukti menjadi informan atau mata-mata bagi negara Zionis itu.

Suasana dalam terowongan menghubungkan Mesir dan Jalur Gaza di perbatasan Rafah, 21 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Pemimpin Hamas akui satu anggotanya membelot ke Israel

Para pejabat Hamas mengklaim awal bulan ini, mereka telah membekuk jaringan informan Israel di Gaza ingin melancarkan sabotase.

Israel memakai sebuah buldoser untuk memindahkan mayat seorang pemuda Palestina di perbatasan Jalur Gaza-Israel di Khan Yunis, 23 Februari 2020. (Twitter)

Israel pindahkan mayat pemuda Palestina pakai buldoser

Militer Israel menyebut kedua warga Palestina ini mencoba menanam bahan peledak di wilayah Israel di seberang tembok perbatasan. 

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel bersedia bayari tiket pesawat bagi warga Palestina ingin pindah dari Gaza

Sebanyak 35-40 ribu warga Palestina telah pergi dari Gaza melalui Mesir sejak perbatasan di Rafah dibuka pada Mei 2018.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Perlawanan dari Syekh Jarrah

Pengadilan Distrik Yerusalem telah memutuskan 40 orang Palestina dari empat keluarga itu tidak berhak lagi menempati rumah mereka lantaran terbukti sebelum 1948, tempat tinggal mereka adalah milik warga Yahudi.

07 Mei 2021

TERSOHOR