palestina

Israel tangkap dan denda warga Palestina karena keliling bangunkan orang sahur

"Ada seribu orang di kampung saya ingin dibangunkan untuk sahur dan cuma sepuluh orang Yahudi mengeluh," kata Hajiji.

01 Juni 2018 11:22

Musaharati adalah tradisi di negara-negara Arab, termasuk Palestina. Profesi ini cuma ada saban Ramadan.

Musaharati bertugas berkeliling kampung untuk membangunkan orang buat makan sahur. Biasanya memakai alat musik sambil menyanyikan lagu-lagu religius. Pekerjaan ini dilakukan sukarela meski ada sebagian orang memberikan upah sebagai balas jasa.

Namun Ramadan tahun ini, Musaharati di Kota Tua, Yerusalem Timur, Palestina, bernasib apes. Gegara keluhan dari sebagian kecil warga Yahudi, mereka ditahan dan didenda. Hingga kabar ini dilansir, polisi Israel telah menahan enam Musaharati dan mengenakan denda secara total nilainya ribuan shekel (mata uang Israel).

Seperti dialami oleh Musaharati bernama Muhammad Hajiji. Dia sudah tiga tahun menjadi Musaharati setelah selama delapan tahun ikut mendampingi Musaharati sebelumnya.

Di kampung tempat dia tinggal di Kota Tua, Yerusalem Timur, hanya terdapat tiga keluarga Yahudi, termasuk dua keluarga merupakan penduduk lama. Ketiga keluarga inilah mengeluhkan pekerjaan membangunkan orang sahur dilakoni oleh Hajiji. Mereka melapor ke polisi karena berisik.

Polisi Israel Rabu pekan lalu menangkap dan menahan dia beberapa jam di kantor polisi dekat Kota Tua. Dia dikenai tiga kali denda: 450 shekel dan dua kali seribu shekel.   

Meski begitu Hajiji berkukuh akan melanjutkan tugasnya membangunkan orang sahur. "Ada seribu orang di kampung saya ingin dibangunkan untuk sahur dan cuma sepuluh orang Yahudi mengeluh," katanya.

Nasib serupa dialami Musaharati bernama Muhammad Jaabri. Polisi Israel menahan dia dua jam dan dia dikenai denda seribu shekel.

Polisi Israel bilang mereka akan terus berpatroli untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan beribadah dengan ketentraman hidup masyarakat.

Kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi Muhammad Saleh al-Khoudari. (Screengrab)

Tahanan Palestina di Arab Saudi disiksa

Mereka ditahan dengan tuduhan membantu dan menjadi pendukung Hamas. 

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Korupsi mewabah di kalangan pejabat Palestina

Pada 19 Agustus lalu, Abbas memerintahkan bekas Perdana Menteri Rami Hamdallah dan menteri-menterinya mengembalikan fulus diperoleh secara tidak sah saat mereka menjabat ke kas negara.

Dato Tahir sekeluarga dan Duta Besar Indonesia untuk Yordania serta Palestina Andy Rachmianto berpose bareng di depan kantor UNRWA di Ibu Kota Amman, 3 Oktober 2019. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir bantu pengungsi Palestina Rp 5 miliar

Dato Tahir kemarin juga memberikan bantuan masing-masing Rp 2 miliar kepada UNHCR, pemerintah Yordania, dan Queen Rania Foundation.

Pemimpin senior Hamas Muhammad Saleh al-Khoudari, 81 tahun, ditahan di Arab Saudi sejak April 2019. (Screengrab)

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.





comments powered by Disqus