palestina

Palestina kecam lawatan Yahya Staquf ke Israel

Pemerintah Palestina meyakini kunjungan Yahya tidak akan mengubah sikap pemerintah dan rakyat Indonesia dalam isu Palestina.

13 Juni 2018 10:50

Pemerintah Palestina mengecam kunjungan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf ke Israel. 

Dalam keterangan tertulisnya diterima Albalad.co kemarin, pemerintah Palestina menyebut lawatan mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu sebagai pukulan buruk bagi Palestina, Yerusalem, Indonesia, selama ini selalu membela Yerusalem dan isu Palestina.

"Keikutsertaan delegasi Indonesia itu bertentangan dengan posisi pemerintah dan rakyat Indonesia, selalu menolak penjajahan Israel dan segala kebijakannya."

Meski begitu, pemerintah Palestina melihat lawatan Yahya itu sebagai kunjungan pribadi, sehingga tidak akan mengubah sikap pemerintah dan rakyat Indonesia dalam isu Palestina.

Yahya datang ke Yerusalem menghadiri konferensi pro-Israel tahunan, Forum Global AJC (Komite Yahudi Amerika), dilangsungkan di kota suci tiga agama itu selama 10-13 Juni 2018.

Bentrokan dengan warga Palestina terjadi ketika pasukan keamanan Israel menyerbu ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina, Mei 2021. (Telegram)

Indonesia: Kebrutalan Israel akan terus terjadi selama penjajahan terhadap Palestina tidak diakhiri

Indonesia meminta negara-negara belum mengakui negara Palestina segera memberi pengakuan.

Pemimpin dua intifadah Marwan Barghuti. (Qassam Barghuti buat Albalad.co)

Sudah dua tahun keluarga tidak bisa jenguk Marwan Barghuti dalam penjara

Barghuti ditahan sejak 2002 dan pengadilan negara Zionis itu memvonis dia dengan hukuman lima kali penjara seumur hidup serta 40 tahun kurungan. 

Pendiri sekaligus pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza Mahmud Zahar tengah memegang senapan AK-47 milik mendiang putranya, Husam, di rumahnya, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (Faisal assegaf/Albalad.co)

Menteri Retno tegaskan Indonesia tidak pernah berniat buka hubungan diplomatik dengan Israel

Pada Agustus 2000, Presiden Abdurrahman Wahid menerima lawatan Shimon Peres, waktu itu menjabat Menteri Kerjasama Regional Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf di kantornya di Yerusalem, 14 Juni 2018. (Twitter)

Netanyahu bertemu penasihat Jokowi

Kami berharap bisa makin akrab dengan Indonesia," kata Netanyahu.





comments powered by Disqus